SUKABUMI – Untuk melestarikan seni budaya Sunda, SMP Negeri 5 Kota Sukabumi menggelar Pasanggiri Jaipongan. Diikuti siswa-siswi SD se-Kota dan Kabupaten Sukabumi, pada Senin (22/1).
Penanggung Jawab Pelaksana Yulia Hendrilianti mengatakan, kegiatan ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahunnya sebagai ruang apresiasi dan ekspresi.
Mengusung tema “Unjuk Bakat Anak-anak Sekolah Dasar melalui Seni Tari Tradisional,” perlombaan Pasanggiri Jaipong SMPN 5 Kota Sukabumi diikuti 60 peserta berbakat dari berbagai sekolah dan sanggar tingkat Kota dan Kabupaten Sukabumi.
“Pasanggiri ini dibagi menjadi dua kategori peserta yang berbeda, kategori A untuk kelas 1, 2, dan 3 SD dan kategori B untuk kelas 4, 5, dan 6 SD,” terang Yulia kepada Radar Sukabumi, Senin (29/1).
(22/1/2024).(dok/radarsukabumi)
Yulia mengatakan kegiatan lomba Jaipong bertujuan untuk menciptakan ruang apresiasi dan ekspresi bagi anak-anak SD, untuk mengekspresikan bakat mereka dalam seni tradisional Jaipongan yang menjadi ciri khas tari Jawa Barat. Diharapkan anak bangga terhadap budaya lokal, serta memberikan wadah bagi mereka dalam mengasah keterampilannya yang telah diperoleh baik di sanggar maupun di sekolah.
“Pasanggiri ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi antar SD atau sanggar, melainkan sebagai jalan silaturahmi dan saling mengapresiasi, sehingga menjadi kesempatan untuk membangun solidaritas dan semangat kolaborasi di antara peserta dari berbagai latar belakang,” tuturnya.
Dengan melibatkan sekolah dan sanggar tingkat kota dan kabupaten, pasanggiri ini menjadi sebuah momentum penting dalam memperkuat hubungan antar-pelajar dan masyarakat dalam mempromosikan seni tradisional kebanggaan Jawa Barat.
Para peserta bersemangat mempertunjukkan kemampuannya dalam mengekspresikan Jaipongan.
Adapun pantauan Radar Sukabumi, peserta dari masing-masing kategori A dan B sama-sama menampilkan kreativitas sangat luar biasa, menciptakan pertunjukan yang memukau sehingga layak mendapatkan apresiasi dari para juri dan penonton. Tidak hanya itu, para peserta semua membawa piala dengan kategori yang tentunya
berbeda, ada yang juara 1,2,3, harapan 1,2,3 serta penampilan terbaik.
“Semua peserta diapresiasi dan berhak mendapat kejuaraan, karena mereka sudah menunjukkan keberanian dan keterampilan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Selain memberikan apresiasi kepada para peserta, Pasanggiri Jaipongan juga menjadi wadah bagi para guru dan orang tua untuk melihat potensi seni yang dimiliki anak-anak,” ujarnya.
Hal ini memicu dukungan lebih lanjut terhadap pengembangan bakat dan keterampilan anak-anak di bidang seni tradisional khususnya Jaipongan, Yulia berharap semakin banyak sekolah dan komunitas di Sukabumi yang terinspirasi untuk menggelar kegiatan serupa.
Tentunya langkah ini tidak hanya memberikan anak-anak berkesempatan untuk mengekspresikan dirinya melalui seni tari tradisional, tetapi juga memperkaya dan menjaga kehidupan budaya di masyarakat setempat.
Yulia yang juga guru Seni Budaya di SMPN 5 Kota Sukabumi sekaligus pembina serta pelatih di ekstrakurikuler Seni Tari Kasima menambahkan, kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi bagi anak-anak SD, Pasanggiri Jaipongan yang diselenggarakan oleh SMPN 5 Kota Sukabumi juga berperan sebagai sarana pelatihan bagi
murid yang terlibat dalam ekstrakurikuler tari.
Hal ini sebagai Inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajerial murid, dalam mengelola kegiatan seni dan keterlibatan dalam pasanggiri sehingga kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para murid.
“Melalui pelaksanaan pasanggiri ini, murid yang terlibat dalam ekstrakurikuler tari dapat memahami lebih dalam, bagaimana mengelola tentang perencanaan dan pelaksanaan suatu acara gelar seni. Dari mulai penjadwalan persiapan hingga pelaksanaan, mereka belajar aspek-aspek manajemen yang esensial dalam menghadirkan pertunjukan seni yang sukses,” ucapnya.
Lanjut ia menambahkan, kegiatan pasanggiri ini juga mencakup pemahaman tentang kerjasama tim, komunikasi yang efektif, dan tanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Hal ini tidak hanya mendukung perkembangan keterampilan tari saja, tetapi juga membentuk keterampilan manajerial yang akan bermanfaat di berbagai aspek kehidupan.
“Dengan adanya pasanggiri ini, diharapkan murid-murid yang terlibat dalam ekstrakurikuler tari dapat tumbuh menjadi individu yang tidak hanya mahir dalam seni, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengorganisir dan mengelola kegiatan seni yang kompleks. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan untuk mengembangkan potensi
secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek akademis, tetapi juga pada aspek keterampilan dan kepribadian,”pungkasnya. (wdy)






