Dia menyampaikan, di era revolusi industri 4.0 ini kampus perlu memikirkan bagaimana menghadapi bonus demografi. Hal tersebut karena sumber daya manusia, jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka akan menjadi bumerang.
“Kita perlu meningkatkan daya saing generasi saat ini agar lebih kompetitif di mata dunia. Caranya dengan proses belajar yang baik dan bagaimana menciptakan inovasi. Salah satunya dengan media laboratorium Honeywell ini”, tutur Nasir.
Wakil Rektor UGM Djagal Wiseso Marseno menuturkan, adanya kerjasama dengan Honeywell menjadikan program yang dirancang dan didesain agar menarik untuk mahasiswa datang ke kampus bisa melakukan inovasi, menuangkan kreatifitas, jembatan antara universitas, industri, kemudian birokrasi hingga komunitas nantinya.
“Perpaduan antara empat stakeholder yang dituangkan kedalam sebuah produk yaitu software. Nantinya Honeywell bisa menjadi Honeymoon antara empat stakeholder, antara Universitas, Industri, Birokrasi, dan Komunitas,” jelasnya saat peresmian Laboratorium Honeywell di UGM pada Rabu (28/11).
(yes/JPC)



