Universitas Muhammadiyah Sukabumi

UMMI Mempersiapkan Kehidupan Pasca Kerja Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

×

UMMI Mempersiapkan Kehidupan Pasca Kerja Pekerja Migran Indonesia di Taiwan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. R. Deni Muhammad Danial
Dosen UMMI, Program Studi Administrasi Bisnis.

Sebagai bagian dari upaya mendukung pekerja migran Indonesia di Taiwan dalam mempersiapkan kehidupan setelah masa kerja, Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mengadakan serangkaian pelatihan daring. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pekerja migran agar mereka lebih siap saat kembali ke Indonesia.

Bank bjb Tandamata

Program ini merupakan strategi UMMI untuk memberikan dukungan nyata kepada para pekerja migran yang sebagian besar berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah. Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat memanfaatkan pengalaman kerja mereka di luar negeri serta mengembangkan usaha sendiri di tanah air.

Sesi Pertama: Menguatkan Etos Kerja Islami dan Memanfaatkan Peluang UMKM

Sesi pertama berlangsung pada 19 Mei 2024 dengan tema “Hidup Pasca Kerja: Memetakan Tantangan dan Peluang Karya di Indonesia untuk Pekerja Migran di Taiwan”. Pada sesi ini, Bapak Rizki Hegia Sampurna, Ph.D, menyampaikan materi tentang Etos Kerja Seorang Muslim, yang menjelaskan bahwa bekerja merupakan bagian dari ibadah dalam Islam, dan harus didasari oleh niat yang ikhlas. Ia menekankan pentingnya amanah, ketekunan, dan kejujuran dalam bekerja.

Rizki menegaskan bahwa etos kerja Islami menjadi dasar penting bagi keberhasilan di dunia dan akhirat. Ia mendorong pekerja migran untuk menjaga integritas dan profesionalitas, baik saat masih bekerja di luar negeri maupun ketika kembali ke tanah air. “Kerja keras yang disertai niat tulus dan profesionalisme tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi, tetapi juga mendatangkan berkah dari Allah SWT,” ujarnya.

UMMI Mempersiapkan Kehidupan Pasca Kerja Pekerja Migran Indonesia di Taiwan
Pelatihan “Pola Hidup Islam: Etos Kerja Seorang Muslim”
oleh bapak Rizki Hegia Sampurna, Ph.D

Selain itu, Dr. R. Deni Muhammad Danial memberikan materi tentang “Peluang dan Tata Kelola UMKM di Indonesia”. Ia menguraikan langkah-langkah praktis untuk memulai usaha, khususnya bagi para pekerja migran yang ingin berwirausaha setelah kembali ke Indonesia. Deni menekankan bahwa memulai usaha dapat dilakukan dari skala kecil dan sederhana, namun tetap kreatif dan terbuka untuk belajar dari kesalahan yang dialami pengusaha lain. “Modal besar tidak selalu diperlukan; yang utama adalah ketekunan dan keberanian untuk mencoba,” jelasnya.

UMMI-Mempersiapkan-Kehidupan-Pasca-Kerja-Pekerja-Migran-Indonesia-di-Taiwan
Pelatihan “Peluang dan Tata Kelola UMKM di Indonesia”
oleh Dr. R. Deni Muhammad Danial.

Sesi Kedua: Pemasaran Digital dan Usaha Berbasis Budaya

Sesi kedua pelatihan, yang dilaksanakan pada 2 Juni 2024, lebih mendalami peran teknologi dalam dunia bisnis. Dr. Yanti Lestari Pujiastuti memimpin sesi ini dengan membahas pentingnya strategi pemasaran melalui media sosial. Ia menekankan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan produk, tetapi juga sebagai platform interaksi langsung dengan pelanggan serta meningkatkan visibilitas merek. “Pemasaran digital adalah kunci dalam era modern ini. Penguasaan teknik ini memungkinkan para pekerja migran untuk memasarkan produk mereka ke pasar global,” ujar Yanti.

UMMI Mempersiapkan Kehidupan Pasca Kerja Pekerja Migran Indonesia di Taiwan
Pelatihan “Pemasaran Teknologi Digital” oleh Dr. Yanti Lestari Pujiastuti

Siska Hestiana, M.Hum, turut serta dalam sesi ini dengan membawakan materi tentang “Peluang Usaha Berbasis Budaya”. Ia mengajak para peserta untuk mengeksplorasi potensi budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi usaha. Dari kerajinan tangan hingga kuliner tradisional, budaya Indonesia menawarkan peluang bisnis yang unik dan bernilai tinggi. Menurut Siska, kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi modal penting bagi pekerja migran yang ingin memulai bisnis setelah kembali ke tanah air.

UMMI Mempersiapkan Kehidupan Pasca Kerja Pekerja Migran Indonesia di Taiwan
Pelatihan “Peluang Usaha Berbasis Budaya” oleh Siska Hestiana, M.Hum

Hasil dan Dampak Positif Pelatihan bagi Pekerja Migran

Program pelatihan ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi UMMI dalam membantu pekerja migran meningkatkan kompetensi mereka. Para peserta tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis, tetapi juga dengan pengetahuan tentang etika kerja Islami dan strategi bisnis yang dapat diterapkan saat kembali ke Indonesia. Berdasarkan hasil laporan, pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta hingga 50%, yang menunjukkan dampak positif yang signifikan bagi para pekerja migran di Taiwan.

Dengan keterampilan yang telah mereka peroleh, diharapkan para pekerja migran memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan usaha di tanah air. Lebih dari itu, mereka juga semakin memahami pentingnya etos kerja Islami yang akan membantu mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di dunia usaha maupun dalam kehidupan pribadi.

Pelatihan ini juga mendapat dukungan penuh dari organisasi di Taiwan, seperti Forum Kerukunan Keluarga Besar Warga Indonesia di Taiwan (FKKBWIT) dan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Taiwan Selatan, yang turut memfasilitasi penyelenggaraan program.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para pekerja migran Indonesia di Taiwan dapat memiliki bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tanah air. Mereka didorong untuk tidak hanya bergantung pada pekerjaan formal, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi dengan merintis usaha sendiri. ***