SUKABUMI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lisensi Nusa Putra University (NPU) bekerjasama dengan Kemenpora Republik Indonesia (RI) sukses menggelar Seminar Pelatihan Pemuda Bidang Seni Budaya dengan tema “Menjaga dan Melestarikan Budaya Sunda di Zaman Modern” pada Senin, ( 30/12/ 2024). Kegiatan berlangsung di Auditorium NPU dan diikuti oleh ratusan peserta dari sejumlah daerah di Indonesia.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama NPU, Muhamad Muslih. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inisiatif UKM Lisensi dalam menyelenggarakan seminar tersebut.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini dan mengapresiasi UKM Lisensi atas inisiatifnya, semoga kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk lebih mengenal, menjaga, dan melestarikan budaya Sunda di era modern,” ujar Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama NPU, Muhamad Muslih kepada Radar Sukabumi, Jumat (10/1).
Selain itu, seminar tersebut juga menghadirkan dua pembicara ahli pada bidang pelestarian budaya. Azmi Abi Faris selaku Tenaga Ahli DPR RI, materi yang disampaikan tentang “Menjaga dan Melestarikan Budaya Sunda di Zaman Modern”.
Azmi mengajak peserta untuk memahami pentingnya adaptasi budaya Sunda, agar tetap relevan di zaman yang terus berkembang.
“Budaya Sunda harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai tradisionalnya. Saya berharap seminar ini dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya lokal,” ujar Azmi.
Sementara itu, Barkah, Pamong Budaya Ahli Muda, sekaligus Dosen NPU dan Pembina UKM Lisensi, memberikan materi bertajuk “Mengembangkan Kebudayaan atau Kehilangan Jati Diri?” yang menekankan pentingnya kebudayaan dalam pembentukan identitas bangsa.
“Kebudayaan adalah jati diri bangsa. Tanpa memahami dan menjaga kebudayaan, kita bisa kehilangan arah dalam mengembangkan diri sebagai bangsa yang berbudaya. Saya berharap mahasiswa bisa lebih menghargai dan melestarikan kebudayaan kita,” ungkap Barkah.
Selanjutnya, Ayunda Esa Maharani, selaku Ketua Umum UKM Lisensi, menyampaikan rasa bangganya atas terselenggaranya seminar pertama yang diadakan oleh UKM Lisensi.
“Saya sangat bangga karena seminar ini tidak hanya diikuti oleh anggota UKM Lisensi, tapi juga oleh banyak peserta dari luar UKM, bahkan pembina kami ikut terlibat langsung sebagai pemateri,” ujar Ayunda dengan penuh semangat.
Dengan semangat yang tinggi, seminar ini berhasil menciptakan diskusi yang mendalam mengenai pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya Sunda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Harapannya, acara ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya pelestarian budaya, terutama bagi generasi muda.(wdy)




