“Sebagai upaya mencetak generasi yang peduli akan kelanjutan lingkungan hidup. Diharapkan melalui UI Green Metric ini perguran tinggi se-dunia mampu mengambil bagian pada upaya preventif dan kuratif dalam rangka mitigasi dampak perubahaan iklim,” terang Muhammad Anis.
Adapun beberapa negara yang baru bergabung antara lain, Belgia, Bulgaria, Costa Rica, Croasia, Malta. Di Indonesia terdapat 66 perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dalam program tersebut.
Pemeringkat ini dilandasi oleh tiga filososi dasar, yakni environment economic, dan equity dengan bobot indikator penilaian terdiri dari atas keadaan dan infrastuktur kampus 15 persen, energi dan perubahaan ikim 21 persen, pengelolaan sampah 18 persen, penggunaan air 10 persen, transportasi 18 persen dan pendidikan 18 persen.
(dan)





