Adapun jika menggunakan komputer, lanjut Rahmat, syaratnya harus 50 persen dari jumlah siswa. Menurutnya, untuk soal ujian merupakan hasil rumusan dari tim musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) secara berjenjang dengan dikompilasikan. Mulai dari kota/kabupaten, provinsi dan nasional.
“Untuk soal dari nasional hanya sekitar 20 persen saja,”tambah Rahmat.
Tidak hanya itu, soal-soal yang diujikan ini dibuat dengan tujuh variasi paket. Soal-soal tersebut dikirim ke beberapa sekolah hanya dua paket. Sehingga, satu sekolah dengan sekolah lainnya akan berbeda.
“Metode ini dilakukan untuk menghindari kecurangan,”tegasnya.
Ia berharap, pada USBN kali ini bisa berjalan dengan baik dan menjadi penunjang saat UNBK mendatang.(why)





