PENDIDIKAN

STIKES Sukabumi Gelar Pelatihan BTCLS: Siapkan Lulusan Hadapi Situasi Gawat Darurat

×

STIKES Sukabumi Gelar Pelatihan BTCLS: Siapkan Lulusan Hadapi Situasi Gawat Darurat

Sebarkan artikel ini
STIKES Sukabumi Gelar Pelatihan BTCLS
Mahasiswa STIKes Sukabumi saat mengikuti pelatihan Basisc Trauma Cardia Life Support (BTCLS)

SUKABUMI – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Sukabumi, Iwan Permana, dengan tegas menyatakan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pelatihan Basisc Trauma Cardia Life Support (BTCLS).

Pelatihan ini merupakan langkah strategis yang diambil oleh STIKES Sukabumi untuk memperkuat kemampuan soft skill lulusan Program Studi D3 Keperawatan dan S1 Keperawatan, serta Ners, khususnya dalam penanganan pasien gawat darurat. Adapun pelaksanaan BTCLS dilaksanakan pada 19-29 Agustus 2024.

Bank bjb Tandamata

Dalam sambutannya, Iwan Permana menjelaskan bahwa tujuan utama dari pelatihan BTCLS ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menangani kondisi kegawatdaruratan. “Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan saat menghadapi situasi darurat di lapangan. Dengan demikian, lulusan kami akan lebih siap dan memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia kerja,” ujar Iwan.

Lebih lanjut, Iwan menekankan bahwa pelatihan ini juga selaras dengan visi dan misi STIKES Sukabumi serta program studi terkait, yaitu fokus pada penanganan kegawatdaruratan dan manajemen bencana. Menurutnya, sertifikasi yang diperoleh dari pelatihan ini akan menjadi bukti kompetensi tambahan yang sangat berharga selain ijazah akademik. “Kami ingin memastikan lulusan STIKES Sukabumi tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang diakui di dunia kesehatan,” tambahnya.

Pelatihan BTCLS ini diikuti oleh mahasiswa yang telah lulus dari Program Studi D3 Keperawatan, S1 Keperawatan, dan Ners. Dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan orang, pelatihan ini berlangsung secara intensif selama lima hari. Para peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, di mana setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk mendalami materi kegawatdaruratan baik dari segi teori maupun praktik.

Materi yang diberikan meliputi pengetahuan dasar mengenai penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat, termasuk cara-cara melakukan resusitasi jantung paru (RJP), penanganan trauma, serta penggunaan alat-alat medis yang sering digunakan dalam situasi darurat. Selain itu, peserta juga dilatih untuk dapat bekerja sama dalam tim, yang merupakan salah satu keterampilan penting dalam penanganan kasus-kasus darurat di lapangan.

“Dalam pelatihan ini, setiap peserta tidak hanya diajarkan bagaimana menghadapi situasi darurat, tetapi juga bagaimana bekerja di bawah tekanan dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien,” jelas Iwan.

Iwan Permana mengungkapkan harapannya agar para lulusan STIKES Sukabumi yang telah mengikuti pelatihan BTCLS ini dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh di berbagai layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun di masyarakat luas. “Kami berharap para lulusan dapat menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien gawat darurat di mana pun mereka berada. Kami juga menargetkan semua peserta dapat lulus dengan baik dari pelatihan ini, sehingga mereka siap terjun ke lapangan dengan percaya diri,” tegasnya.

Dengan dilaksanakannya pelatihan BTCLS ini, STIKES Sukabumi kembali menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada penerapan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan sehingga siap bersaing dan memberikan kontribusi nyata dalam penanganan pasien gawat darurat di Indonesia.(wdy)