“Kita memberikan pertama ke guurunya dulu, baru setelah itu nanti guru yang langsung mempraktikannya ke murid-muridnya,” ucapnya menambahkan.
Menurutnya, pelatihan tersebut sangat penting dilakukan. Mengingat para pencari kerja di Indonesia mayoritas adalah mereka yang lulusan SMA dan SMK.
Eko menyebutkan, berdasarkan hasil data temuannya untuk 2018, pelajar yang lulus SMA/SMK/MA dan keseteraan jenjang lainnya mencapai sekitar 650 jiwa se-Jabar.
Dari lulusan tersebut, hampir 70 persennya masuk ke dalam dunia kerja.Melihat persaingannya yang begitu ketat, perlu adanya pelatihan softskills dari para lulusan terutama dari siswa SMK.
“Workshop ini juga memberikan pembelajaran agar siswa mampu bersaing di dunia kerja, karena tidak hanya kemampuan akademisnya saja tetapi siswa juga harus memiliki soft skill yang baik,” ucapnya.
Turut hadir Dinas Ketenagakerjaan Kota Sukabumi yang diwakili sekertaris dinas, Iyan Damayanti. Dalam sambutannya, ia berharap setelah adanya pelatihan ini dapat mengurangi pengangguran di Sukabumi dan para lulusan SMK bisa memiliki pekerjaan bagus dan layak.
(wdy)



