“Total ada sepuluh hari pelaksanaan UTBK. Setiap harinya ada sesi pagi dan siang,” jelasnya. Jadi total ada 20 sesi UTBK di 74 kampus yang bisa dipilih. Ravik mengatakan kampus negeri yang dipercaya menggelar UTBK disebut sebagai test center.
Hasil UTBK tersebut bakal digunakan saat mendaftar SBMPTN. Sistem baru ini dinilai lebih transparan. Sebab pelamar SBMPTN mengetahui berapa nilai yang dia dapatkan. Dengan nilai tersebut, dia bakal memilih untuk masuk kampus mana yang memiliki peluang besar untuk diterim.
Berbeda dengan selama ini, pelamar menentukan dahulu kampus yang dipilih saat SBMPTN. Kemudian melaksanakan tes. Ravik yang juga rektor UNS Solo itu menjelaskan dari materi tes juga ada perbedaan.
Dalam UTBK kali ini memakai tes potensi skolastik (TPS) dan tes potensi akademik (TPA). “Sekolastik (cakupan materi tesnya, Red) lebih luas. Dan memasukkan soal HOTS (higher order thinking skill, Red),” tutur dia.
Menristekdikti Mohamad Nasir mengapresiasi pembentukan LTMPT. Sebab, tes masuk kampus negeri sekarang dikelola oleh lembaga yang lebih permanen. Sementara selama ini panitianya digilir bergantian. Dia juga menyambut baik adanya materi ujian TPS.
Menurut Nasir selama ini siswa yang sekolah di sekolahan dengan fasilitas pembelajaran bagus, memiliki probabilitas tinggi dalam SBMPTN. Sebab secara akademik mereka ditunjang dengan pembelajaran dan sarana penunjang lainnya yang baik.





