SUKABUMI – SMA Negeri (SMAN) 1 Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi berhasil menorehkan prestasinya di tingkat Jawa Barat (Jabar). Sekolah yang baru saja rampung di tahun 2023 ini mendapat penghargaan Terbaik ke-3 Penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Kategori Unit Sekolah Baru Tingkat Jabar.
Pantauan Radar Sukabumi, SMAN 1 Kalapanunggal berhasil meraih juara 3 terbaik pada Penilaian Kinerja Satuan Pendidikan Penerima DAK Fisik Bidang Pendidikan SMA Tahun 2023 di Grand Sunshine Resort & Convention, Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (13/12/2023) malam.
Kepala SMAN 1 Kalapanunggal, Pian Sopian mengungkapkan rasa beryukur atas apresiasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar yang telah memberikan penghargaan kinerja pengelolaan DAK Fisik Bidang Pendidikan SMA Terbaik Tahun Anggaran 2023 khususnya kepada SMAN 1 Kalapanunggal Kabupaten Sukabumi yang memperoleh Penghargaan Terbaik ke-3 Penerima DAK Kategori Unit Sekolah Baru Tingkat Jabar.
Menurutnya hal ini berkat kerja keras, kinerja serta dedikasi yang tinggi dari Pantia Pembangunan Sekolah (P2S) SMAN 1 Kalapanunggal beserta Dewan Guru dan Staf Tata Usaha yang senantiasa bahu membahu menuntaskan proses pembangunan SMAN 1 Kalapanunggal ini.
“Keberhasilan ini pun tidak luput dari dukungan Muspika Kecamatan Kalapanunggal, seluruh pemerintahan desa di Kecamatan Kalapanunggal serta peran aktif komite sekolah, orang tua/wali siswa beserta tokoh masyarakat/lembaga pemerintah maupun swasta yang secara kolaboratif turut serta dalam proses pembangunan SMAN 1 Kalapanunggal ini. Sehingga pada kesempatan ini juga kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan semua yang terlibat dalam mendukung pembangunan sekolah ini,” ungkap Kepala SMAN 1 Kalapanunggal, Pian Sopian saat kepada Radar Sukabumi, Selasa (2/1/2024).
Menurutnya, SMAN 1 Kalapanunggal dipercaya untuk mengelola DAK Fisik SMA dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia melalui Disdik Provinsi Jabar.
Di tahun 2023, SMAN 1 Kalapanunggal berhasil mengelola sepuluh menu, ruang kelas baru sebanyak 3 ruangan beserta perabotnya, ruang guru beserta perabotnya, ruang kepala sekolah beserta perabotnya, ruang tata usaha beserta perabotnya, ruang perpustakaan beserta perabotnya, ruang laboratorium biologi beserta perabotnya, ruang laboratorium komputer beserta perabotnya dan ruang Osis beserta perabotnya.
“Yang Alhamdulillah semuanya sudah rampung dan selesai dibangun melalui program DAK Fisik ini,” ucapnya bersyukur.
Pihaknya berharap bantuan bangunan serupa baik bersumber dari DAK Fisik atau sumber lainnya baik APBD maupun APBN bisa terus didapat di tahun 2024 dan tahun-tahun berikutnya.
“Hal ini dikarenakan masih banyaknya kebutuhan sarana prasarana sekolah yang belum terpenuhi, terlebih ruang kelas di SMAN 1 Kalapanunggal masih kekurangan sebanyak 10 ruangan lagi di tahun ajaran 2023/2024, toilet siswa yang menjadi hal mendesak pula yang harus segera terpenuhi dan prasarana lainnya demi memenuhi Standar Nasional Pendidikan khususnya terkait standar sarana prasarana sekolah yang tertuang dalam Permendikbudristek No. 22 Tahun 2023 Tentang Standar Sarana dan Prasarana Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar dan Jenjang Pendidikan Menengah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Wahyu Mijaya mengucapkan rasa terimakasih kepada sekolah penerima DAK yang telah mengelolanya dengan sebaik mungkin.
“Terima kasih atas setiap kinerja dan dedikasi bapak/ibu semua. Karena, atas pemikiran bapak/ibu rencana strategis bapak/ibu yang dilaksanakan dengan baik maka rencana-rencana pembangunan dana alokasi khusus (DAK) kita bisa diselesaikan dengan baik,” terang Kadisdik Jabar, Wahyu Mijaya.
Kadisdik menuturkan, jika ruang kelas dibangun dengan baik maka peserta didik telah mendapatkan yang terbaik, paling tidak dari sisi ruangan yang dibangun. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika ada yang tidak mengoptimalkan setiap pembangunan yang didapat pada 2023 ini.
“Mudah-mudahan, di tahun-tahun mendatang akan mendapatkan yang lebih banyak dan lebih baik. Tidak hanya untuk 2024 yang perencanaannya sudah selesai, tapi juga untuk 2025 dan selanjutnya karena Jabar memiliki siswa terbanyak se-Indonesia,”pungkasnya. (wdy)






