Kepala Sekolah SMAIT Nun Kaffah Al Huffazh, Dede Rustaman, turut menyampaikan kebanggaannya terhadap Alif dan semua santri yang terlibat dalam program silat ini. “Keberhasilan ini bukan hanya milik Alif saja, tetapi juga hasil kerja keras dari seluruh tim pelatih, termasuk Erik Kurnia Dinanda, yang selama ini konsisten membina para santri untuk meraih prestasi di berbagai kompetisi,” ungkap Dede Rustaman.
Kejuaraan Nasional Pencak Silat Kapolri Cup 2 tahun ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mencari bibit-bibit atlet pencak silat yang berpotensi mengharumkan nama Indonesia di ajang nasional maupun internasional. Ajang ini diikuti oleh 2.413 atlet dari berbagai kategori, mulai dari TNI, Polri, hingga pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk SD, SMP, dan SMA. Kapolri Cup 2 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk mengukur kemampuan para atlet dalam mempertahankan warisan seni bela diri pencak silat Indonesia.
Kategori pertandingan yang dipertandingkan antara lain perorangan putra dan putri serta jurus tunggal. Moch Alif Al Kahfi tampil di kategori perorangan putra dan berhasil keluar sebagai juara pertama. Keberhasilan Alif ini semakin menegaskan bahwa santri SMAIT Nun Kaffah Al Huffazh mampu bersaing dengan pelajar lain di tingkat nasional.
Pelatih pencak silat, Erik Kurnia Dinanda menyatakan bahwa kemenangan Alif tidak lepas dari kerja keras dan latihan yang terus-menerus. “Saya sangat bangga dengan pencapaian Alif. Ia adalah anak yang tekun dan disiplin dalam berlatih. Saya yakin dengan dukungan penuh dari yayasan dan sekolah, prestasi ini akan terus berkembang,” ujar Erik Kurnia.
Dengan kemenangan ini, Moch Alif Al Kahfi tidak hanya membawa kebanggaan bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi Pesantren Terpadu Nun Kaffah Al Huffazh. Harapan besar bahwa prestasi ini akan menjadi batu loncatan bagi Alif dan santri lainnya untuk terus berjuang meraih prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik, serta menginspirasi santri lain untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi bangsa dan negara. (wdy)






