SUKABUMI — SD Negeri Pakujajar CBM yang terletak di Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada acara Festival Literasi 2024 yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Umum Kota Sukabumi pada Selasa (10/9/2024), SDN Pakujajar CBM berhasil meraih penghargaan sebagai perpustakaan sekolah terbaik ke-2 tingkat SD/MI se-Kota Sukabumi. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa sekaligus melestarikan budaya Sunda.
Festival Literasi 2024 yang mengusung tema “Neuleuman Sunda: Festival Literasi Pikeun Ngaronjatkeun Resep Kana Maca, Ngamumule Budaya Bangsa” dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh pendidikan di Kota Sukabumi, termasuk Penjabat Wali Kota Sukabumi. Selain memberikan penghargaan kepada pemenang lomba literasi atau pasanggiri, acara ini juga menjadi momentum peresmian lantai 3 gedung Perpustakaan Umum Kota Sukabumi. Dalam kesempatan ini, PJ Wali Kota Sukabumi turut memberikan apresiasi kepada perpustakaan-perpustakaan sekolah terbaik di Sukabumi, dengan SDN Pakujajar CBM sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi tersebut.
Kepala SDN Pakujajar CBM, Sugianto, mengaku bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dari berbagai program unggulan literasi yang telah dijalankan secara konsisten di sekolah tersebut. Salah satu program yang diinisiasi oleh SDN Pakujajar CBM adalah pembinaan literasi bagi siswa yang dilakukan secara rutin dan terstruktur.
Program pertama adalah pembuatan daftar kunjungan perpustakaan yang mendorong siswa untuk aktif berkunjung ke perpustakaan. “Setiap siswa diimbau untuk datang ke perpustakaan secara berkala. Ini tidak hanya memberi mereka kesempatan untuk meminjam buku, tetapi juga memperkuat keterikatan mereka dengan dunia literasi,” jelas Sugianto.
Program unggulan kedua adalah ekstrakurikuler literasi yang dilaksanakan setiap minggu. Kegiatan ini mencakup berbagai aktivitas menarik seperti membaca buku, menulis, bercerita, presentasi, serta membuat video. “Melalui program ini, siswa diajak untuk menggali kreativitas mereka sambil meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi. Kegiatan ini sangat diminati karena literasi disajikan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan,” tambah Sugianto.
Selain itu, SDN Pakujajar CBM juga memfasilitasi siswa dengan kartu perpustakaan digital yang memungkinkan mereka meminjam buku dalam jumlah tertentu secara mudah dan praktis. “Ini merupakan terobosan inovatif yang memudahkan siswa mengakses buku tanpa harus datang langsung ke perpustakaan, terutama di era digital saat ini. Dengan kartu digital ini, peminjaman buku menjadi lebih terorganisir, dan guru bisa memantau riwayat bacaan siswa,” jelas Sugianto lebih lanjut.
Melalui penghargaan ini, Sugianto berharap SDN Pakujajar CBM dapat terus berkembang dan berinovasi dalam hal literasi. “Kami berharap ke depannya, perpustakaan sekolah bisa lebih maju, baik dari segi fasilitas maupun koleksi buku yang bertambah. Hal ini agar minat baca siswa di SDN Pakujajar CBM semakin meningkat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, termasuk guru, staf perpustakaan, dan para siswa yang antusias mengikuti program-program literasi tersebut. “Semoga penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berinovasi dan memberikan yang terbaik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Pakujajar CBM,” tutupnya.
Pengelola Harian Perpustakaan SDN Pakujajar CBM, Harmi Hikmatiar, juga turut mengungkapkan kebanggaannya atas capaian ini. Menurutnya, prestasi ini diraih berkat kolaborasi yang baik antara sekolah, perpustakaan, dan pemerintah dalam menggerakkan literasi di Kota Sukabumi. “Dengan semakin banyaknya koleksi buku dan fasilitas perpustakaan yang semakin memadai, perpustakaan sekolah bukan hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi juga pusat kegiatan literasi yang bisa menginspirasi siswa untuk mencintai budaya membaca dan belajar,” tutup Harmi.
Festival Literasi 2024 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat gerakan literasi di Kota Sukabumi, menjadikan budaya membaca sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari siswa, dan mendukung pelestarian budaya lokal. (wdy/d)






