Ia menambahkan, longsor pun mengancam keberadaan ruang guru yang lokasinya memang berdampingan sekali dengan tebingan tanah yang rawan longsor.
Untuk itu, diharapkan tembok yang berdampingan dengan sekolah itu diharapkan dipasang pembatas. “Karena khawatir ada kendaraan yang jatuh (ngajol-Sunda, red) menimpa sekolah kalau ngga ada pembatas jalan,”tuturnya seraya berharap ada perhatian.
Menurut pengakuan para guru, longsor yang dialami SDN Lio itu memang sudah pernah memperoleh bantuan dari Dinas PU dan Kecamatan Cireunghas. Namun ancaman longsor untuk saat ini menunggu respons bantuan dari Dinas PU dan pemerintah setempat.
“Yang kami harapkan sih agar dapat direlokasi segera. Kasihan siswa siswi. Ini bisa menganggu proses belajar,”tuturnya prihatin yang juga mengetuk perhatian Dinas PU dan pemerintah. (dit)



