Selama kunjungan tersebut, Bey juga meninjau langsung proses produksi di kelas industri, termasuk pengemasan produk mi wonhae dan woca cokelat, yang merupakan hasil kolaborasi SMKN 1 Cibadak dengan PT Akasha Wira International dan PT Indokopi Makmur Sentosa. Mi wonhae adalah mi khas Korea Selatan, sementara woca cokelat telah dipasarkan hingga ke berbagai wilayah, seperti Bali, Riau, dan Batam. Bey memuji kualitas produk dan pengemasan yang dihasilkan oleh para siswa.
“Ini contoh SMK yang berhasil membekali siswanya dengan keterampilan nyata. Saya melihat bagaimana siswa jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian berlatih seperti bekerja di pabrik sungguhan,” tambahnya.
Kehadiran Bey Triadi Machmudin di SMKN 1 Cibadak memberi motivasi tersendiri bagi seluruh warga sekolah. Di akhir kunjungannya, Bey menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara SMK dan dunia industri untuk memastikan bahwa lulusan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
“Program seperti Teaching Factory dan Teaching Industry harus diperluas ke seluruh SMK di Jawa Barat. Ini akan membantu kita menciptakan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di era globalisasi,” tegas Bey.
Menanggapi kunjungan ini, Kepala Sekolah Iwan menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di SMKN 1 Cibadak. “Kehadiran Pj Gubernur memberi semangat baru bagi kami untuk terus berinovasi dalam pengembangan program vokasi. Kami berharap bisa terus berkontribusi dalam pembangunan ekonomi lokal dengan mencetak lulusan yang kompeten,” ujarnya.
Kunjungan mendadak ini memberi kesan mendalam bagi SMKN 1 Cibadak dan seluruh peserta rapat dinas. Selain memberikan dukungan moral, kehadiran Pj Gubernur mempertegas komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memajukan pendidikan vokasi, khususnya di sekolah-sekolah kejuruan.(wdy)






