Prodi Agribisnis UMMI Siap Implementasikan Kerjasama Kurikulum MBKM

  • Whatsapp
SIAP IMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MBKM: Ketua Tim MBKM Prodi Agribisnis UMMI, Reny Sukmawani dan jajaran melaksanakan Lokakarya Kurikulum Prodi Agribisnis UMMI di Auditorium UMMI.

SUKABUMI – Kurikulum Perguruan Tinggi model Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) Kebijakan MBKM merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Hal ini dilakukan melalui interaksi yang erat antara perguruan tinggi (PT) dengan PT lain, juga dengan dunia kerja dan dengan dunia nyata.

Program Studi (Prodi) Agribisnis, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dengan visinya untuk menjadi prodi yang unggul di bidang agribisnis serta menghasilkan lulusan yang mandiri dan islami pada 2022 merespon kebijakan ini dengan bersegera melaksanakan reorientasi. Pada kurikulum ini Prodi Agribisnis dapat memfasilitasi hak mahasiswa untuk dapat secara sukarela mengambil atau tidak mengambil tiga semester belajar di luar program studinya.

Prodi Agribisnis Faperta UMMI semaksimal mungkin berupaya menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki kepribadian Islam, sesuai dengan visi misi UMMI yaitu unggul dan islami.

Karena lulusan berkualitas yang dihasilkan tidak terlepas dari adanya Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) yang secara nasional mengacu pada aturan yang berlaku. Adanya kebijakan MBKM ini mendorong Prodi Agribisnis untuk mengembangkan kurikulum yang adaptif dan mampu menyesuaikan diri sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin pesat tanpa keluar dari tujuan dalam menghasilkan lulusan, juga sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditentukan.

TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN: Ketua Tim MBKM Prodi Agribisnis UMMI, Reny Sukmawani dan jajaran melaksanakan reorientasi kurikulum melalui lokakarya kurikulum yang melibatkan berbagai stakeholder di Auditorium UMMI.

Dalam implementasi kurikulum MBKM, Tim MBKM Prodi Agribisnis yang diketuai oleh Reny Sukmawani melaksanakan reorientasi kurikulum melalui lokakarya kurikulum yang melibatkan berbagai stakeholder, sehingga menghasilkan kurikulum baru yang dilengkapi dengan model pembelajaran MBKM dan telah disahkan pemberlakuannya berdasarkan SK Rektor No. 1043/I.0/C/2020. Prodi Agribisnis juga menggaet berbagai mitra baik dari sesama PT maupun non PT.

“Mitra yang akan bersama-sama menerapkan kurikulum MBKM ini adalah mitra untuk model pembelajarannya melalui pertukaran pelajar dan mitra untuk kegiatan magang,” tegas Ketua Tim MBKM Prodi Agribisnis UMMI, Reny Sukmawani kepada Radar Sukabumi, Jumat (30/10).


KOMITMEN: Sebagai wujud keseriusan dalam menerapkan kerjasama kurikulum MBKM, Prodi Agribisnis telah melaksanakan penandatanganan dokumen kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra pada 26 Oktober 2020 lalu.

Menurutnya, pola semester yang akan diterapkan di Prodi Agribisnis Faperta UMMI dalam MBKM pada semester 5, 6, dan 7. Di mana semester 5 adalah pertukaran pelajar/mahasiswa pada prodi yang berbeda di PT yang sama, pada semester 6 adalah pertukaran pelajar/mahasiswa pada prodi yang sama atau tidak sama di PT berbeda, dan pada semester 7 adalah magang.

“Bentuk kegiatan pembelajaran di luar PT ini boleh diambil ataupun tidak oleh mahasiswa,” tuturnya.

KOMPAK: Suasana workshop dan penandatanganan dokumen kerjasama pelaksanaan Kurikulum MBKM Prodi Agribisnis Faperta UMMI.

Pertukaran pelajar/mahasiswa sendiri merupakan kegiatan mengambil kelas atau semester di luar Prodi Agribisnis di dalam PT maupun di luar PT, baik dengan prodi yang sama atau berbeda. Kegiatan itu memberi kesempatan pengalaman belajar dengan meningkatkan softskills dan hardskills mahasiswa.

“Tentunya kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan melalui kerjasama dengan memperhatikan urgensi dan ekuivalensi perkuliahan baik subtansi, CPL maupun jumlah SKS-nya,” ujar Reny.

Perempuan berhijab yang terkenal smart dan memiliki segudang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional serta memiliki hak cipta dalam bidang pertanian ini menjelaskan bahwa pengakuan beban SKS dihitung berdasarkan kesesuaian capaian pembelajaran matakuliah, subtansi serta jumlah SKS-nya. Sedangkan magang memberikan pengalaman kepada mahasiswa.

“Mahasiswa yang sudah mengenal tempat kerja akan lebih mantap dalam memasuki dunia kerja dan karirnya,” terangnya.

Adapun magang/praktik kerja di Prodi Agribisnis ini merupakan kegiatan mahasiswa di suatu perusahaan pertanian selama satu semester setara dengan 20 SKS berdasarkan ikatan kerjasama antara Prodi Agribisnis Faperta UMMI dengan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian.

“Semua kegiatan ini di bawah bimbingan dosen pembimbing untuk memastikan mahasiswa mendapatkan hardskills maupun softskills melalui experiental learning dalam dunia kerja,” tegasnya lagi.

Sedangkan pengakuan beban SKS berdasarkan kesesuaian papaian pembelajaran, subtansi serta jumlah SKS-nya.

SEMAKIN MAJU: Rektor UMMI Sakti Alamsyah dan Komisaris Puspa Agro menunjukan hasil kesepakatan kerjasama magang bersama Prodi Agribisnis UMMI dalam rangka mewujudkan MBKM.

Sebagai wujud keseriusan dalam menerapkan kerjasama kurikulum MBKM, Prodi Agribisnis telah melaksanakan penandatanganan dokumen kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra pada 26 Oktober 2020 lalu. Mitra yang dimaksud adalah Puspa Agro untuk kegiatan magang, dengan Faperta UNPAD untuk pertukaran pelajar/mahasiswa pada prodi yang sama di luar UMMI dan dengan Prodi Akuntansi, Prodi Administrasi Bisnis dan Prodi Teknik Informatika UMMI untuk pertukaran pelajar/mahasiswa pada prodi yang berbeda di kampus yang sama.

“Berdasarkan kesepakatan bersama yang dibangun dalam dokumen kerjasama tersebut Prodi Agribisnis telah siap untuk menerapkan kerjasama kurikulum MBKM,” pungkas Reny. (*/wdy/sri)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *