“Karena tiap anak memiliki latar belakang keluarga yang berbeda,” terangnya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka lanjut Ina, akan berdampak menjadi kebiasaan dan karakter anak ketika tumbuh dewasa. Hal tersebut terjadi, lantaran lemahnya interaksi orang tua dan anak.
“Apalagi di zaman now saat ini, banyak anak yang lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain gedget dan layar kaca,”tuturnya.
Di mana anak-anak ini lebih senang menghabiskan waktunya dengan smartphone mereka, dibanding berinteraksi dengan orang tua maupun lingkungan sekitar.
“Hampir setengah waktu hidup kita di zaman now ini dihabiskan di depan handphone, tablet, laptop dan televisi. Bahkan dalam sehari bisa berjam-jam,”paparnya.
Dampak buruknya adalah akan mengancam anak di usia emas. “Apabila orangtua tidak mendampingi anak-anaknya saat bermain dengan gadget mereka,” imbuhnya.


