Susilawati menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Banyak siswa sekarang mulai kesulitan berkomunikasi dengan bahasa Sunda. Melalui seni dan budaya, kami ingin memperkenalkan kembali bahasa Sunda dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Lebih jauh, peringatan ini juga menjadi langkah awal mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi kesundaan, terutama FTBI yang digelar setiap tahun. Bagi SDN Model, Poé Basa Indung bukan hanya selebrasi, melainkan ikhtiar konkret menanamkan identitas budaya sejak dini.(wdy/d)






