PENDIDIKAN

Poé Basa Indung di SDN Model: Merajut Kasundaan Sejak Dini

×

Poé Basa Indung di SDN Model: Merajut Kasundaan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Bahasa Sunda diperkenalkan kembali lewat kreativitas siswa dan nuansa budaya yang kental

SUKABUMI –  Suasana pagi di SDN Model, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/2/2026), terasa berbeda. Selasar kelas dan lapang upacara dipenuhi warna-warni kostum adat Sunda. Anak-anak berbaris dalam parade kasundaan, lengkap dengan iket, kebaya, dan aksesori tradisional. Senyum mereka memancarkan kebanggaan, seolah bahasa dan budaya Sunda kembali hidup di tengah generasi muda.

Bank bjb Tandamata

Perayaan Miéling Poé Basa Indung Sadunya kali ini digelar lebih awal dari tanggal resmi 21 Februari, karena bertepatan dengan bulan Ramadan. Dengan tema WIRAMA MODEL (Wiwitan Rasa Jeung Makna Basa), acara berlangsung meriah dari pukul 07.15 hingga 11.30 WIB.

Kepala SD Negeri Model, Susilawati, menuturkan bahwa peringatan tahun ini tampil lebih kaya dibanding sebelumnya. “Sejak pagi, acara diawali dengan parade kostum kasundaan. Lalu ada pencak silat, rampak pianika, dance club, hingga vocal, semuanya dikemas bernuansa Sunda,” ujarnya.

Suara kohkol yang ditabuh menjadi tanda resmi dimulainya acara. Simbol sederhana itu menegaskan komitmen sekolah dalam melestarikan bahasa dan budaya ibu. Tak hanya seni pertunjukan, siswa juga diajak mengenal kuliner lokal melalui pameran katuangan Sunda.

Kreativitas siswa menjadi sorotan utama. Penampilan mereka bukan sekadar hiburan, melainkan refleksi identitas budaya. Para juara Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Cikembar turut tampil, mendapat apresiasi tinggi dari guru, siswa, dan orang tua.

Acara ditutup dengan workshop dongeng oleh pengawas bina Kecamatan Cikembar. Melalui cerita, siswa diajak memahami nilai-nilai lokal, karakter, dan struktur bahasa Sunda dengan cara menyenangkan.