’’Itu menunjukkan sebuah keanekaragaman yang mampu menciptakan sebuah orkestra, nada yang harmoni,’’ tuturnya.
Pria 44 tahun itu menambahkan, pelajaran mengenai kebinekaan maupun pluralisme yang tersirat dari lukisan tersebut tidak melulu harus disampaikan lewat teori di dalam kelas. Tetapi juga bisa menggunakan media visual yang lebih menarik perhatian siswa.
Naufal, salah seorang siswa yang melukis karya itu, mengungkapkan bahwa lukisan tersebut memang merupakan representasi dari pengembangan ide mengenai kebinekaan.
(hay/c15/tia)




