Pemprov JabarPENDIDIKAN

Perpustakaan SMAN 4 Kota Sukabumi Bersaing di Jabar

SUKABUMI – Pernah meraih perpustakaan sekolah terbaik di Kota Sukabumi, kini Perpustakaan SMAN 4 Sukabumi siap mewakili daerahnya untuk mengikuti perlombaan perpustakaan tingkat SMA se-Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2020.

SMAN 4 Sukabumi pun mendapat kunjungan langsung dari Bunda Literasi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil didampingi Kepala Dinas Perpustakaan Jabar Ahmad Hadadi. dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Dedi Supandi.

Kehadiran, Atalia atau yang akrab disapa Si Cinta ke SMAN 4 Sukabumi ini dalam rangka penilaian Lomba Perpustakaan Tingkat SMA se-jabar, Jumat (3/7).

“Tujuan kedatangan kami di SMAN 4 Sukabumi ini dalam rangka memantau sekaligus menilai Perpustakaan SMAN 4 Sukabumi. Perlombaan ini kita rutin lakukan setiap tahun,” terang Atalia kepada Radar Sukabumi.

Ia pun sangat mengapresiasi langkah-langkah inovasi yang dilakukan SMAN 4 Sukabumi untuk memotivasi muridnya agar mau ke perpustakaan. Salah satu yang membuatnya tertarik adalah program e-Library, di mana siswa bisa mengunduh di playstore untuk memcari dan membaca buku di aplikasi tersebut.

Kemudian ada pojok cerita di mana siswa datang ke perpustakaan tidak hanya untuk membaca tetapi juga bisa mencurahkan isi hatinya di perpustakaan.

Tidak hanya itu, kehadiran Walikota Sukabumi Achmad Fahmi dalam kunjungannya, membuktikan besarnya perhatian Pemkot Sukabumi dalam menumbuhkan minat baca di tengah masyarakat.

”Perpustakaan SMAN 4 Sukabumi patut diapresiasi karena cukup mumpuni, visualisasi disediakan, dan ada pojok cerita,” kata dia.

Atalia menambahkan, pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota di Jabar sudah menggulirkan berbagai program untuk mendekatkan buku kepada masyarakat.

Antara lain memberdayakan perpustakaan desa, perpustakaan sekolah-sekolah, hingga program Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar yakni Kolecer (Kotak Literasi Cerdas) dan Candil (Maca Dina Digital Library).

Menurut Atalia, program-program tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses buku di lingkungannya, termasuk di masa pandemi Covid-19, masyarakat dapat memanfaatkan buku dengan memanfaatkan Candil.

“Saya kira yang paling penting adalah masyarakat bisa mengakses (buku,red) di mana pun, maka kita serbu di semua lini dengan program mulai dari keluarga, di puskesmas, di sekolah, di desa, hingga melalui Kolecer. Saya kira jika itu dilakukan simultan secara bersama-sama, orang tidak akan kesulitan untuk mendapatkan buku,” ujar Atalia.

Sementara itu, Walikota Sukabumi Achmad Fahmi menuturkan, sebelumnya pada Maret 2020 beberapa lembaga menjalani proses akreditasi perpustakaan yakni SMAN 4 Sukabumi, SMAN 2 Sukabumi, Dinas Perpustakan dan Arsip Daerah (Dispusip), dan Perpustakaan Kelurahan Cisarua.

Dari hasil tersebut, tiga lembaga memperoleh akreditasi A yakni SMAN 4 Sukabumi, SMAN 2 Sukabumi, dan Dispusip Kota Sukabumi serta Perpustakaan Cisarua mendapatkan akreditasi B. Pencapaian ini menjadi semangat bagi Kota Sukabumi untuk meraih visi Jabar juara lahir batin.

”Kami berharap SMA Negeri 4 Sukabumi yang akan dinilai lomba perpustakaan provinsi mampu jadi kebanggaan bukan hanya kebanggan bagi provinsi tapi Kota Sukabumi,” ujar Fahmi.

Terpisah, Kepala SMAN 4 Sukabumi Rachmat Mulyana mengaku bangga sekolahnya dikunjungi sebagai nominator Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SMA se-Jawa Barat dalam rangka mencari enam besar untuk kategori sebagai juara.

“Alhamdulillah sebelumnya kita Juara 1 Perpustakaan tingkat Kota Sukabumi 2020 lalu kita melaju sekarang ke tingkat provinsi,” ucapnya bangga.

Sebelumnya Perpustakaan SMAN 4 Sukabumi meraih predikat akreditasi A oleh perpustakaan nasional. Hal ini menjadi nilai tambah kebanggan SMAN 4 Sukabumi, sebab jarang sekali perpustakaan khususnya sekolah yang meraih predikat akreditasi.

“Berkat dukungan pemerintah kota dan Jabar untuk mendorong perpustakaan SMAN 4 Sukabumi mengajukan akreditasi, dan Alhamdulilah kemarin hasilnya kita meraih akreditasi A,” tuturnya.

Menurut Rahmat, Perpustakaan SMAN 4 mengikuti perlombaan ini tidak hanya sebagai ajang bersaing untuk meraih prestasi, tetapi pihaknya ingin menciptakan generasi literasi.

Dirinya mengaku miris, menurutnya saat siswa lebih senang melihat handphone dibandingkan berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca buku atau menulis.

Berawal dari itu, Rachmat pun mencoba berbagai inovasi-inovasi agar siswanya tertarik untuk ke perpustakaan.

“Invovasi kita banyak diantaranya pinjam tidak usah buku fisik, siswa hanya perlu mengunduh di playstore dan memilih buku yang diinginkan, disitu siswa bisa membaca buku di playstore tersebut.

Terus yang kedua, literasi itu tidak hanya menulis dan membaca tetapi ada juga literasi budaya. Nah, kita fokuskan ke batik jadi di perpustakaan itu kita ada cara belajar batik, dan ketiga ada pojok cerita,” tuturnya.

Dikatakannya hasil dari inovasi tersebut, perpustakaannya menjadi banyak dikunjungi oleh para siswanya terutama di jam istirahat sekolah.

“Visi kita ingin menjadikan perpustakaan Seabagai pusat sumber ilmu. Makanya kita rubah perpustakaan yang awanya hanya tempat buku, tetapi kita desain menjadi tempat yang nyaman bagi siswa tentu dengan inovasi teknologinya, sentuhan milenial dan desain baru tempat perpustakaan,” tutupnya. (wdy)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button