Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak aktif mengikuti arahan guru dan pengelola perpustakaan sambil mendengarkan cerita singkat mengenai perjuangan RA Kartini. Suasana belajar yang hangat dan interaktif menjadi bukti bahwa literasi dapat ditanamkan melalui cara sederhana namun bermakna.
Melalui kegiatan semacam ini, Perpustakaan Marema menunjukkan bahwa membangun budaya literasi tidak selalu harus dilakukan lewat buku dan ruang baca. Sentuhan kreativitas mampu menjadikan proses belajar lebih menarik sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi anak-anak.(ris/d)





