SUKABUMI — Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Kesehatan mematangkan strategi keberlanjutan Program Keluarga SIGAP (Keluarga Siaga Dukung Kesehatan Siap Hadapi Masa Depan), yang bertujuan melindungi anak-anak usia bawah dua tahun (baduta) dari penyakit yang dapat dicegah.
Program ini menjadi topik utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Kota Sukabumi pada Rabu (23/07). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari lintas sektor, di antaranya perwakilan pemerintah pusat, mitra pembangunan, akademisi, dan unsur desa.
“Keluarga SIGAP mengusung semangat menjadikan setiap keluarga sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan anak,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.
Program SIGAP menekankan tiga perilaku kunci: imunisasi rutin sesuai jadwal, kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, serta pemberian makanan bergizi dan camilan sehat yang sesuai usia anak. Sejak diluncurkan pada April 2025, program ini telah diterapkan di 42 puskesmas dan menjangkau 284 desa di Kabupaten Sukabumi.






