Meski menghadapi tantangan seperti beragam karakter anak, beban administrasi, hingga kelelahan fisik dan emosional, Nurma tetap bertahan. Baginya, senyum dan semangat belajar anak-anak adalah energi yang membuatnya terus maju. “Sekecil apa pun perkembangan mereka, itu sangat berarti bagi saya,” katanya.
Sebagai guru PAUD non formal, Nurma berharap adanya pengakuan dan kesetaraan bagi para guru non formal yang memiliki tanggung jawab besar. Ia juga berpesan kepada generasi perempuan agar terus semangat belajar dan tidak merasa terbatas oleh keadaan. “Jadilah perempuan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.
Bagi Nurma, menjadi guru bukan hanya soal mengajar di kelas, tetapi tentang mendampingi, membimbing, dan menjadi bagian dari perjalanan tumbuh kembang anak-anak. Dari ruang belajar sederhana, ia menanam harapan besar bagi masa depan generasi bangsa.(ris/d)






