LPPM UMMI Gelar Research Day

UMMI Gelar Research Day

SUKABUMI – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar kegiatan Research Day UMMI Tahun 2021 sebagai upaya mensosialisasikan hasil produk riset dosen pada satuan kerja perangkat daerah Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Ketua LPPM-UMMI, Asep Muhamad Ramdan mengatakan, selama tiga tahun terakhir, UMMI banyak melakukan riset dan inovasi yang dilakukan oleh para dosen yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menjawab solusi permasalahan yang dihadapi, namun belum terpublikasikan pada SKPD Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

“Melalui kegiatan Research Day hari ini diharapkan hasil riset dan inovasi dosen UMMI dapat tersosialisasikan kepada seluruh stakeholder (lembaga pemerintahan, dunia usaha-dunia industri, masyarakat, maupun media).

Mudah-mudahan hasil riset dan inovasi dosen UMMI dapat diimplementasikan dalam membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

Melalui kegiatan Research Day kali ini, LPPM-UMMI mengajak kepada seluruh stakeholder untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat Kota maupun Kabupaten Sukabumi yang berkualitas dalam konsep kolaborasi Pentahelix, ABCGM maupun Hexahelik,” ucapnya.

Dikatakannya hasil penelitian dan inovasi oleh para dosen ini merupakan bagian dari program kerja LPPM-UMMI dengan maksud mempublikasikan hasil riset dan inovasi dosen pada pemerintah daerah, menginformasikan kepakaran dosen, serta kontribusi kampus UMMI lewat hasil riset dan pengabdian yang telah dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh SKPD untuk memenuhi kebutuhan dan solusi bagi permasalahan masyarakat, khususnya di wilayah Sukabumi.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati, Sudrajat yang hadir pada acara kegiatan Reseach Day UMMI menuturkan Kabupaten Sukabumi memiliki potensi besar di perairan salah satunya ikan sidat, hanya saja kurang berkembang lantaran banyaknya penelitian yang tidak sinkron dengan daerahnya. Sehingga diharapkan ikan sidat yang potensinya banyak di Sukabumi harus berkembang di Sukabumi tidak di kota lain.

“Dalam rangka pengembangan daerah, perlu penelitian yang luar biasa oleh semua pihak yang terkait termasuk LPPM UMMI yang paling dekat yang harus banyak mendorong dan membantu tentang kajian kajian yang akan dikembangkan pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” terangnya.

Di tempat yang sama Staff BAPPEDA Kabupaten Sukabumi, Agus Surya Manggala mengaku mendukung apa yang dilakukan oleh UMMI ini.

“Kami hanya suporting saja, karena sudah banyak program studi di UMMI yang sudah menjalin kerja sama, dan banyak hasil riset UMMI dipandang sangat bermanfaat untuk Kabupaten Sukabumi.

UMMI Gelar Research DayMungkin yang disampaikan oleh Ketua LPPM-UMMI hanya sebatas jurnal, semoga harapan ini bisa ditindak lanjuti oleh SKPD Kota dan Kabupaten Sukabumi, jadi hasil inovasi ataupun riset di UMMI ini bisa diimplementasikan minimal di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat Sukabumi,” tuturnya.

Agus menambahkan, ke depan BAPPEDA Kabupaten Sukabumi akan menambah satu bidang yaitu Litbang dan ini tentunya menjadi tantangan dan harapan Bupati kedepan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi terutama harus meningkatkan dari sisi riset atau penelitian dan pengembangan.

Sementara itu, Tim Akselerasi Pembangunan Kota Sukabumi, Isra Yanuar Giu menambahkan, ada beberapa yang menarik dalam konteks penelitian di bebrapa negara.

Menurutnya penelitian itu dipergunakan sebagai landasan untuk pengambilan kebijakan, sehingga ini bisa mempertemukan antara kebutuhan dengan kebijakan agar menghindari tidak tepat sasaran.

Dari sisi pemerintah daerah, khususnya Kota Sukabumi terkait dengan penelitian itu ada di misi ketiga terkait ekonomi, jadi Kota Sukabumi konteks dan fokus di bidang ekonominya itu menyangkut tiga hal, yaitu masalah perdagangan, ekonomi kreatif, dan pariwisata.

“Katakanlah UMMI meluluskan 1000 mahasiswa artinya ada seribu pengetahuan baru diproduksi di UMMI, kalaulah fokus penelitiannya itu ada di Kota dan Kabupaten Sukabumi yang artinya ada sekitar 500 penelitian yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil kebijakan, dan hasil penelitian ini bukan abal-abal karena mahasiswa ini melewati proses ilmiah minimal ada uji hasil dari Skripsi tersebut, dan itu adalah salah satu SOP untuk menghasilkan pengetahuan baru,” imbuhnya.

Plt. Kepala BAPPEDA Kota Sukabumi, Reni Rosyida Muthmainnah, S.K.M., M.Si., M.Kes. mengucapkan rasa terimakasihnya kepada LPPM UMMI yang meu mendukung dan mensuport pemerintah Kota Sukabumi dengan segala hasil riset dan juga inovasinya.

“Mudah-mudahan seperti yang kita cita-citakan, UMMI unggul Sukabumi hebat, Sukabuminya kota dan kabupaten bagian dari kolaborasi dan suatu kebanggan buat kami bisa berdiri di sini, bisa duduk bersama, kita merancang sebuah sinergitas untuk kita membangun Sukabumi secara bersama dengan salah satunya peran akademiisi di kampus sebagaimana bisa mendorong pembangunan yang ada di pemerintahan Sukabumi,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UMMI, Dr. Ike Rachmawati, M.Si. mengatakan, banyak potensi yang dimiliki UMMI apalagi dalam bidang riset. Hal ini berpeluang besar agar UMMI dapat dan bisa membantu pemerintah Sukabumi dengan hasil riset dan inovasi tersebut, yang mana diperoleh denganpenuh kesiapan yang matang sehingga hasil-hasil penelitian atau riset dari dosen-dosen UMMI berkualitas dan dapat diimplementasikan oleh masyrarakat Sukabumi.

Saat ini UMMI yang sudah beridiri sejak tahun 2003 memiliki 23 program studi dengan 7 (tujuh) fakultas dan memiliki akreditasi institusi baik dansudah memiliki 2 (dua) program studi yang sudah berakreditasi A.

Saat ini UMMI memiliki mahasiswa yang aktif sebanyak 4.283 mahasiswa, jika ditambah dengan yang tidak aktif menjadi sekitar 4.500 mahasiswa. Dosen pada saat ini ada 165 orang yang memiliki gelar Doktor sudah 22 orang, yang sedang studi lanjut S3 ada 37 orang, dan 1 (satu) dosen kami sudah memiliki jabatan fungsional Lektor Kepala yaitu Dr. Reny Sukmawani, M.P.

“Banyak sekali prestasi yang diberikan dosen dan mahasiswa UMMI dalam bidang riset maupun prestasi akademik dan nonakadmeik lainya. Hal ini bisa menajdi sebuah pertimbangan untuk pemerintah daerah agar dapat bisa selalu bekerja sama atau bermitra dengan kami,” terangnya.

UMMI Gelar Research DayKegiatan dilanjut dengan penyampaian hasil penelitian, pengabdian, produk inovasi, dan kepakaran Dosen UMMI yang dipaparkan oleh 7 Dekan UMMI, yakni Dr. Amalia Nur Milla, M.P. selaku Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Reni Mulyani, M.Si. sebagai Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ujuh Juhana, M.H. selaku Dekan fakultas Hukum, Hendri Hadiyanto, M.Kep. (Dekan Fakultas Kesehatan), Sistiana Windyariani, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Elan Eriswanto, M.M. (Dekan Fakultas Ekonomi), serta Rizki Hegia Sampurna, M.A. sebagai Dekan Fakultas Ilmu Administrasi dan Humaniora (FIAH) yang terbagi menjadi dua sesi paralel. Pemaparan yang disampaikan oleh para dekan disambut baik dan ditanggapi secara hidup oleh para SKPD Kota dan Kabupaten Sukabumi melalui kegiatan diskusi yang dimoderatori oleh Lela Lailatul Khumaisah, M.Si., dosen Program Studi Kimia sekaligus Sekretaris LPPM-UMMI.

Rangkaian Kegiatan Research Day Universitas Muhamamdiyah Sukabumi Tahun 2021 ditutup dengan memberikan penghargaan kepada para dosen UMMI yang telah melakukan kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang telah diimplementasikan kepada masyarakat yang bertajuk “LPPM Rewards 2021” serta pemberian plakat kepada BAPPEDA Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Penilaian peraih penghargaan ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) di antaranya ketercapaian luaran, target pelaksanaan, partisipisasi mitra, tingkat keberdayaan masyarakat, manfaat kegiatan, dan lain sebagainya. Kategori pertama, peneliti terbaik diraih oleh Siska Hestiana, M.Hum. dari Program Studi Sastra Inggris FIAH, kategori kedua, pengabdi terbaik diberikan kepada Neneng Kartika Rini, M.P. dari Program Studi Agribisinis Fakultas Pertanian, serta kategori terakhir, inovator terbaik jatuh kepada Dr. Reny Sukmawani, M.P. juga dari Program Studi Agribisinis. (adv/wdy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.