SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Sebanyak 1.256 siswa TK se-Kota Sukabumi mengikuti pelatihan manasik haji di Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Rabu (11/9). Program rutin Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kota Sukabumi ini dibuka Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, dan Bunda PAUD Kota Sukabumi Fitri Hayati.
Pantauan Radar Sukabumi, meski hanya sekadar latihan, tetapi kegiatan ini dibuat sangat mirip sesuai dengan tatacara dan aturannya. Misalnya tata cara pelaksanaan haji mulai dari thawaf, sa’i, wuquf ataupun melempar jumrah. Begitu juga dengan pakaian yang mereka kenakan, yaitu anak-anak mengenakan pakaian ikhram layaknya jamaah haji di Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Fahmi mengatakan, manasik haji merupakan proses pembiasaan melakukan ibadah yang dilakukan sejak dini. “Pembentukan anak saleh dilakukan di semua lini dan jenjang, salah satunya pembiasaan melakukan ibadah seperti manasik haji. Pembiasaan ini sama halnya seperti membaca bismillah sebelum melakukan aktivitas apapun, doa sebelum makan, dan kini manasik haji yang harus dibiasakan kepada anak-anak. Hal ini sebagai bagian mencetak anak saleh dan salehah,” kata Kang Fahmi, sapaan akrab Achmad Fahmi.
Ketua IGTKI Kota Sukabumi Anon Saribanon mengatakan, manasik haji ini sebagai bentuk pengenalan rukun Islam kelima, serta proses membiasakan diri tentang tata cara melakukan ibadah haji nantinya. “Ini sebagai bentuk latihan saja, dilakukan sejak dini agar ketika mereka besar lebih terbiasa dan sudah mengenal tata caranya,” tutur Anon kepada Radar Sukabumi.
Tahun ini manasik haji diikuti 1.256 siswa TK se-Kota Sukabumi. “Manasik haji tersebut akan memberikan pemahaman dan memperkenalkan serta menyiarkan Islam kepada anak usia dini, khususnya pelaksananaan haji,” ucapnya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Anon yakin dapat mendidik anak menjadi insan sosial, dan menimbulkan semangat kebersamaan. “Mereka juga mengikuti tahapan-tahapan dalam pelaksanaan ibadah haji dengan tertib, layaknya orang dewasa dan pantauan kami mereka sangat antusias meski cuacanya panas,” imbuhnya.
Sementara itu, manasik haji mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Sukabumi. Kasie PAUD Bidang Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas P dan K Kota Sukabumi Lilis Mulyawati mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung kegiatan selama itu berkaitan dengan pendidikan dan memberikan manfaat bagi siswanya. “Dinas mensupport sekali kegiatan ini, apalagi manasik sudah menjadi pendukung kurikulum pembelajaran tentang agama Islam di seluruh TK di Kota Sukabumi,” tutupnya.
(wdy)




