Dia menuturkan, selain penurunan hasil belajar, pandemi juga mengakibatkan ancaman putus sekolah, pernikahan dini, kekerasan anak dalam rumah tangga dan penurunan daya saing anak-anak.
Jumeri juga mencatat, saat ini banyak anak yang putus sekolah, jumlah peserta didik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menurun akibat banyak orang tua menunda atau tidak menyekolahkan anaknya di jenjang PAUD.
Tak hanya masalah pada penurunan hasil belajar, pandemi juga menyebabkan kejenuhan pada anak-anak. Menurut Jumeri, perlu ada upaya untuk mengatasi kejenuhan ini. Dia menyarankan anak-anak diajak berolahraga demi menyehatkan kesehatan fisik dan mental mereka.






