SUKABUMI — Politeknik Sukabumi memberikan inspirasi kepada ratusan remaja di Kota/Kabupaten Sukabumi dengan menggelar seminar muslimah yang bertajuk ‘Sucikan Cinta Raih Bahagia’ di Aula Politeknik Sukabumi, belum lama ini.
Kegiatan yang baru pertamakali dilaksanakan tersebut, selain memperkuat ukhwuah Islamiyah juga untuk membentengi para remaja di Sukabumi dengan memperdalam agama.
Sebab, saat ini tidak sedikit remaja yang lebih memilih berpacaran dari pada langsung menikah.
“Kami perihatin dan perlu diberikan pemahaman agar mereka mengetahui hal positif yang akan diperoleh setelah menikah,” kata Ketua pelaksana Wardah Beauty Agent (WBA) sekaligus Mahasiswa Politeknik Sukabumi, Djulisa Putri kepada Radar Sukabumi.
Lanjut Djulisa, perkembangan globalisasi sering kali mempengaruhi perubahan besar terhadap perilaku remaja. Tetapi, perubahan tersebut lebih cenderung mengarah pada kegiatan negatif. Masalah remaja yang ditimbul salah satunya, seks bebas.
“Kondisi ini, tentu saja membutuhkan perhatian semua pihak tentang pentingnya menata masa depan dengan baik lewat meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat dan merusak masa depan remaja itu sendiri,” ujarnya.
Menurut dia, menjalani kehidupan remaja yang jauh dari perilaku yang tidak terpuji perlu pemahaman dan bimbingan serius.
Untuk itu, guna mengantisipasi hal tersebut, tentunya memerlukan strategi jitu, berkesinambungan serta melibatkan banyak pihak.
“Khususnya, institusi pendidikan sebagai tempat berkumpulnya aktivitas remaja perlu memberikan pemahaman, arahan serta menanamkan keagamaan sebagai pedoman kehidupan agar menjauhi hal-hal negatif,” tuturnya.
Ia meminta, kepada para remaja agar cepat menikah bukan tepat untuk menikah. Hal ini yang akan mengantisipasi hal-hal negatif yang kemungkinan besar timbul akibat berpacaran.
“Kami harap, dengan adanya seminar ini bisa menambah pengetahuan para remaja sehingga mengetahui dampak berpacaran serta mengetahui keutungan menikah,” tukasnya.





