Meski demikian, Faiz mengajak masyrakat untuk tidak menstigma dan menggeneralisasi para aktivis rohis maupun LDK. Anak-anak Rohis rata-rata baik, namun ada beberapa orang yang sengaja masuk menyusup. “Tapi Rohis dan LDK juga sudah nggak boleh menyangkal bahwa kebanyakan pelaku teror benihnya dari organisasi mereka,” kata Faiz.
Menurut Faiz, untuk menyelesaikan problem terorisme, semua pihak harus bisa Ber Empati dan Simpati. Artinya, mampu menempatkan diri pada yang mereka rasakan, memahami kejiwaan, serta mengerti pola pikir mereka. “Kalau semakin dihujat, mereka semakin resisten, semakin bergerak di bawah tanah,” tutur Faiz.
(tau)



