SUKABUMI – SMPN 8 Kota Sukabumi resmi meluncurkan program lagi inovatif bertajuk Korespondensi Perpustakaan pada Selasa (11/2/2025). Program ini diresmikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, didampingi oleh Plt. Kepala SMPN 8 Kota Sukabumi, Supriadi, serta Kepala Perpustakaan, Ade Irma Verasari.
Program ini digagas oleh tim perpustakaan yang dikelola oleh Rifan Suhendra dengan tujuan meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan siswa. Menurut Rifan, anak-anak saat ini cenderung kurang tertarik membaca buku fisik dan lebih sering bermain, terutama di pojok permainan tradisional yang tersedia di perpustakaan sekolah. Oleh karena itu, terinspirasi dari kebiasaan menulis surat di era 80-an, program Korespondensi Perpustakaan pun lahir sebagai solusi kreatif.
“Kami ingin anak-anak terbiasa membaca dan menulis. Membaca bisa dari buku atau internet, begitu juga menulis bisa di buku maupun digital. Tapi melalui program ini, kami ingin membangkitkan kembali budaya menulis surat secara fisik agar mereka lebih terbiasa menuangkan pikiran dan meningkatkan keterampilan literasi mereka,” ujar Rifan.
Setiap hari Kamis, bersamaan dengan Gerakan Literasi Sekolah, siswa diwajibkan menulis surat di rumah yang ditujukan kepada guru, teman, atau pihak lain. Surat tersebut kemudian ditempel dengan prangko khusus yang telah disediakan oleh perpustakaan dan dicap sebelum dikumpulkan ke dalam kotak pos yang disebarkan oleh anggota Ikatan Pelajar Pecinta Perpustakaan Sekolah (IP3S) di setiap kelas. Setelah dikumpulkan, surat-surat akan disortir dan dikirimkan kepada penerima sesuai alamat tujuan.
Plt. Kepala SMPN 8 Kota Sukabumi, Supriadi, sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh tim perpustakaan. Ia menilai program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung literasi siswa, terutama dalam membaca dan menulis.
“Korespondensi ini adalah bagian dari program unggulan perpustakaan. Melalui layanan kantor pos internal ini, anak-anak dilatih untuk menulis surat secara terstruktur, layaknya di masa lalu. Harapannya, mereka tidak hanya terbiasa menulis tetapi juga memahami pentingnya komunikasi tertulis. Kami juga akan memberikan reward bagi surat terbaik sebagai bentuk apresiasi dan motivasi,” ujar Supriadi.
Dengan adanya Korespondensi Perpustakaan, diharapkan minat baca dan menulis siswa dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, program ini juga mengajarkan siswa tentang tata cara berkomunikasi yang baik serta membangun kembali kebiasaan positif dalam berliterasi.(wdy/d)




