PENDIDIKAN

Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

×

Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Sebarkan artikel ini
PUNYA KETERAMPILAN: Suasana peluncuran program pendidikan vokasi industri di PT Delta Dunia Sandang Tekstil di Demak, Jateng.

Ketum Paguyuban Seruling Emas ini mengamini dan mendukung gagasan dan ide Menprin Airlangga Hartarto yang sangat mengakomodir kepentingan pengusaha seperti dirinya dalam memberikan peluang kerja kepada para lulusan SMK, terlebih memasuki era industri 4.0 yang tidak bisa tidak, para employee harus siap memasuki era ekonomi digital tersebut.

Kemenprin telah mengajak para pengusaha untuk terlibat dalam kegiatan pembangunan SDM industri yang kompeten melalui pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri.

Bank bjb Tandamata

“Ini akan menjadi prototipe, ke depan kurikulum SMK bisa disesuaikan dengan kebutuhan industri. Kurikulum di SMK terlebih dahulu melihat kebutuhan industri,” ucap Airlangga Hartarto yang juga Ketum Partai Golkar.

Konsep link and match antara industri dengan SMK, jelas Wisnu, sangat membantu siswa SMK mendapat pekerjaan. “Sekarang yang harus sama-sama didorong adalah bagaimana kurikulum di SMK sesuai dengan kebutuhan industri,” jelas tokoh senior Kadin ini.

Wisnu Suhardono yang juga tercatat sebagai sahabat vokasi itu menyebut sedang concern untuk pengembangan kawasan industri. Sebagai pengusaha dan politisi, dirinya akan berjuang dan terus mendorong agar ke depan industri manufaktur dipastikan juga sinergi mengikuti kurikulum agar antara SMK serta dunia pabrikan ada titik temu.

Lebih jauh Bendahara Umum Yayasan yang mengelola Universitas Trilogi, Jakarta ini telah berniat melakukan afirmasi terhadap warga disabilitas.