PENDIDIKAN

Guru Honorer Harus Kembalikan Honor

JAKARTA – Gaji para guru honorer di Kabupaten Jepara, Jateng, sudah enam bulan terakhir belum juga dibayarkan.Parahnya lagi, mereka juga terancam harus mengembalikan honor sekolah yang berasal dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) berkisar Rp300 ribu per orang yang diterima setiap bulannya selama 6 bulan terakhir.

Kepada wartawan, Ketua Forum Komunikasi Guru Tidak Tetap (FK-GTT) Kabupaten Jepara, Ahmad Choerun Nasir mengaku bersama-sama rekannya sudah mengadukan persoalan tersebut kepada Staf Khusus Mendikbud, Ilham Ramdani di kantor Kemendikbud RI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada Selasa (24/7).

“Kami menyampaikan perihal mengenai permasalahan honor dari sekolah yang berasal dari dana BOS dihentikan, dan bahkan harus mengembalikan honor yang pernah diterima dari sekolah/dana BOS sebesar rata-rata 300-ribuan per bulan sejak Januari sampai Juni 2018 sagaimana yang sudah pernah kami terima dan dana tersebut sebenarnya sudah habis karena digunakan untuk keperluan kebutuhan hidup keluarga sehari hari,” tutur Ahmad Choerun Nasir.

Sebagaimana diketahui, pendapatan guru honor tahun 2017 (selama 11 bulan) di Jepara per bulannya kurang dari 1 juta. Selain dari dana BOS sebesar 300 ribuan, ada juga tambahan yang berasal dari APBD Kabupaten Jepara sebesar Rp500 ribu.

Konon tambahan honor dari Pemda Jepara tersebut ada sejak akhir 2016 (Oktober-Desember). Jika dihitung totalnya guru selama tahun 2016 mendapatkan gaji rata-rata sebesar 800 ribuan perbulan.

“Sedangkan pada tahun 2018 ini belum diberikan honor. Sejak Januari sampai sekarang selama mengajar, GTT/PTT belum mendapat honor dari Pemda. Dalam Perbup Jepara bahwa bantuan honor daerah bagi GTT/PTT mengalami peningkatan menjadi yang tertinggi Rp. 744.280.

1 2Laman berikutnya
Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button