SUKABUMI – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan insan pendidikan Kota Sukabumi. Eka Citra, guru Bimbingan dan Konseling SMP IT Insan Mandiri, resmi terpilih sebagai Fasilitator Nasional Program 7 Jurus BK Hebat yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Penunjukan tersebut diterima Eka Citra pada Juli 2025 melalui surat resmi dari Kemendikdasmen. Ia terpilih bersama dua pendidik lainnya dari Kota Sukabumi, yakni Nurfitriani Sunarya dan Risa Savitri untuk mewakili Jawa Barat di tingkat nasional.
Menurut Eka, pemilihan fasilitator nasional dilakukan melalui proses seleksi ketat berdasarkan rekam jejak keaktifan pendidik dalam mengikuti berbagai pelatihan nasional, serta pengalaman menjadi fasilitator di tingkat kota, provinsi, hingga nasional, baik di bidang BK maupun non-BK.
“Perasaan saya tentu sangat bangga dan bersyukur mendapat kepercayaan ini. Yang paling membahagiakan, saya bisa mewakili Kota Sukabumi sebagai Fasilitator Nasional 7 Jurus BK Hebat,” ujar Eka.
Sebagai fasilitator nasional, Eka Citra mengemban tugas untuk mensosialisasikan kembali materi 7 Jurus BK Hebat kepada para Fasilitator Daerah di wilayah binaan BBGTK Jawa Barat. Ia sendiri diamanahi melaksanakan tugas fasilitasi di Kota Sukabumi.
Program 7 Jurus BK Hebat menekankan penguatan peran guru BK sebagai pendamping, fasilitator, dan motivator murid melalui tujuh pendekatan utama, yaitu Kenali Potensi, Kelola Emosi, Tumbuhkan Resiliensi, Jaga Konsistensi, Jalin Koneksi, Bangun Kolaborasi, dan Menata Situasi. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem belajar yang aman, menyenangkan, dan bermakna.
Eka menjelaskan, peran Bimbingan Konseling di sekolah kini semakin strategis dalam merespons tantangan peserta didik. “BK tidak lagi hanya menjadi pendamping akademik, tetapi fasilitator tumbuh kembang siswa secara menyeluruh, baik secara emosional, sosial, maupun karakter,” jelasnya.
Ia menambahkan, kehadiran fasilitator BK nasional berdampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan BK di sekolah. Melalui pendekatan gamifikasi dan teknik ARKA (Aktivitas, Refleksi, Konseptual, dan Aplikasi), layanan BK menjadi lebih mudah diterima dan dipahami, tidak hanya oleh guru BK, tetapi juga guru kelas dan guru mata pelajaran.
“Dengan pendekatan ini, layanan BK dapat dilaksanakan secara kolaboratif dan komprehensif bersama guru lainnya,” ungkap Eka.
Pengalaman sebagai fasilitator nasional juga memperkaya praktik BK yang ia terapkan di sekolah. Berbagai inovasi dan pendekatan baru diperoleh, termasuk pemanfaatan platform digital seperti aplikasi Aku Pintar untuk penelusuran minat bakat dan kecerdasan majemuk, serta pemanfaatan Canva sebagai media eksplorasi hambatan belajar peserta didik.
Seluruh layanan tersebut disesuaikan dengan dunia siswa agar proses bimbingan terasa menggembirakan dan menyenangkan.
Eka juga mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Sukabumi, KCD Wilayah V, serta para kepala satuan pendidikan. Pada tahap awal, sebanyak 30 guru BK SMP dan SMA se-Kota Sukabumi mengikuti pelatihan fasilitator daerah selama 20 hari dengan total 50 JP secara luring dan daring. Tahap selanjutnya, para fasilitator daerah melakukan pengimbasan kepada guru kelas SD dan kesiswaan SMP se-Kota Sukabumi pada Desember 2025.
Ia juga berharap para guru BK, khususnya di Kota Sukabumi, terus solid berkolaborasi, berinovasi, serta menjadi inspirasi dan panutan bagi seluruh peserta didik melalui penerapan 7 Jurus BK Hebat.
“Harapan kami, program seperti ini terus berlanjut dan berkembang sebagai bagian dari transformasi pendidikan, sehingga kesejahteraan mental anak-anak Indonesia semakin meningkat—sehat fisiknya, sehat mentalnya, tinggi adabnya, dan luas ilmunya,” pungkasnya.(wdy)




