SUKABUMI – Suasana Ramadan selalu membawa nuansa berbeda di setiap sudut kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Di Kota Sukabumi, dering bel sekolah kini terdengar lebih pagi, menandai dimulainya aturan baru jam belajar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Sukabumi resmi menetapkan penyesuaian jam efektif pembelajaran bagi seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP. Kebijakan ini merujuk pada Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Nomor 20915/KPG.03.04/SEKRE, tertanggal 9 Februari 2025, yang menjadi dasar teknis pelaksanaan belajar selama Ramadan.
Kepala Disdikbud Kota Sukabumi, Novian Restiadi, menegaskan bahwa penetapan jam belajar bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan bentuk dukungan agar peserta didik dapat menjalani ibadah puasa dengan baik tanpa kehilangan kualitas pendidikan. “Ramadan bukan alasan untuk mengurangi kualitas pembelajaran. Justru ini momentum untuk menanamkan nilai religius, kedisiplinan, serta pembentukan karakter,” ujarnya.
Penyesuaian Jadwal Belajar
- PAUD: 08.00–10.00 WIB
- SD: 06.30–10.30 WIB (durasi 25 menit per jam pelajaran, istirahat 08.10–08.35 WIB)
- SMP: 06.30–11.30 WIB (durasi 30 menit per jam pelajaran, istirahat 08.30–09.00 WIB)
Hari Jumat tetap menyesuaikan jumlah jam pelajaran, sementara libur nasional Ramadan dan Idulfitri telah ditetapkan mulai 18 Februari hingga 27 Maret 2026, dengan pembelajaran tatap muka kembali pada 30 Maret 2026.
Pendidikan Karakter di Bulan Suci
Selain penyesuaian waktu, sekolah juga diberi ruang untuk menambahkan kegiatan penguatan karakter. Hal ini merujuk pada Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Agama. Program tersebut mencakup pembiasaan ibadah, pembelajaran akhlak, literasi keagamaan, hingga aktivitas yang mendorong empati dan kedisiplinan.
“Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan karakter peserta didik melalui pembiasaan positif di sekolah,” tambah Novian.






