SUKABUMI – R. Histato D. Kobasahmenjadi salah satu pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masuk dalam Top ASN Inspiratif 2018.
Pria yang sehari-hari menjadi guru di SDN Dewi Sartika CBM Kota Sukabumi itu terpilih mewakili Kota Sukabumi untuk mengikuti lomba yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada Desember 2018.
Berkat kiprahnya dalam membangun sejumlah sekolah gratis untuk mengentaskan buta huruf di lingkungan sekitar, Histato berhasil menyisihkan ribuan ASN pada proses penyeleksian sangat ketat, hingga pada akhirnya dirinya berada di posisi ke-17 dari 52 peserta lain se-Indonesia.
“Alhamdulilah sangat bangga sekali, mohon maaf saya hanya mampu sampai di urutan ke-17, tetapi mudah-mudahan itu menjadi motivasi agar terus bisa memberikan yang terbaik kepada masyarakat khususnya Kota Sukabumi,” tuturnya kepada Radar Sukabumi, Senin (7/1).
Di ajang bergengsi tersebut, Kemenpan RB memberi ruang yang sangat luas kepada masyarakat tentang kiprah nyata PNS di medan tugas di segenap pelosok nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dapat terpublikasikan dan tersosialisasikan ke tengah-tengah masyarakat. Tujuannya, agar menginspirasi ASN lain untuk memberikan kinerja terbaik bagi kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
“Semoga menjadi sosok ASN panutan yang telah menunaikan tugas dengan baik serta menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan dan prestasi kerja, bahkan melampaui ekspektasi masyarakat dan negara,” ujarnya.
Pria kelahiran Sukabumi, 29 Februari 1976 silam itu terpilih menjadi ASN Inspiratif 2018, karena dedikasinya terhadap dunia pendidikan yang banyak memberi inspirasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Histato banyak membangun PAUD bagi warga tidak mampu. Dimulai pada 2000 hingga 2010, ia membantu masyarakat mendirikan empat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yaitu Riyadlul Jannah, Bahrul Ulum, Hidayatul Mukhlisin dan Al Irsyadiah yang didalamnya terdapat Program KF, TBM, PAUD, Paket B dan Paket C, KB Daarul Ulum dan beberapa PAUD, TBM swadaya lainnya.
Dengan kerja keras yang dibangun selama sepuluh tahun itu, membuatnya menjadi sosok yang menginspirasi banyak orang dengan meningkatnya pelayanan PNF yang berdampak pada angka melek huruf, rata-rata lama sekolah di Jawa Barat (Jabar) tujuh tahun.
Inovasi yang pernah dibangun oleh Histato selama mengajar yaitu membangun kelas inspiratif. Di 2015 dirinya menjadi penggerak literasi Jabar dan menjadi koordinator pegiat literasi Kota Sukabumi menjadi salah satu penggagas Sukabumi
Gemar Membaca (Sugema). Sehingga menjadi Kota Adiliterasi menuju Kota Literasi menginspirasi masyarakat membaca yang berdampak meningkatnya minat budaya baca.
Dirinya rela penghasilan sertifikasinya setiap bulan, didonasikan untuk masyarakat dalam meningkatkan minat baca, membantu sesama guru, membangun rumah guru lain.
(wdy)






