PENDIDIKAN

Baitul Yatim Sukabumi Konsisten Bangun Krakter Anak

SUKABUMI — Dalam memberikan pendidikan kepada anak yatim piatu, tentunya Pendidikan karakter adalah satu langkah yang dilakukan Baitul Yatim Sukabumi. Hal itu dilakukan guna mencerdaskan peserta didik dan juga menanamkan tingkah laku, adab yang baik. Jadi anak-anak yatim disamping mempunyai kecerdasan juga mempunyai tingkah laku karakter yang baik.

Menurut Faruk Muhammad Afiff selaku Pengasuh sekaligus pembina Yayasan Baitul yatim mengatakan, dalam mendidik anak yatim yang diasuhnya tidak main-main.

Mereka (anak yatim red) akan dibina dengan beberapa kegiatan keagamaan mulai dari dzikir bersama, ta’lim rutinan, hafalan-hafalan baik alquran maupun doa doa harian bagi yang usia dini.

Selain itu, para anak yatim mendapatkan pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, program orang tua asuh dan lain lain.

“Baitul yatim yang beralamat di Jln. Raya Cibolang Gg. Siliwangi Rt (19/04) Desa Cibolang Kaler Cisaat Sukabumi sendiri memiliki dua agenda tahunan yang besar pertama Lebaran anak yatim (Diadakan pada bulan Muharram ) dan ke dua Nuzulul Qur’an (Diadakan di bulan suci ramadhan biasanya menjelang hari raya ) karena isi dari nuzulul quran selain mengagungkan bulan di turunkannya Alqur’an. Juga berisikan Pembagian Baju Lebaran, Pembagian Sembako Lebaran dan Pembagian Santunan (uang saku lebaran ), “jelasnya

“Saya sebagai pembina berharap setiap anak begitu menghadapi idul fitri mereka memiliki 3 item pertama Baju lebaran, kedua sembako lebaran dan ke tiga mereka memiliki bekal uang di hari lebaran, “jelas orang yang akrab disapa aba tersebut

Menurutnya semua itu dilakukan demi menciptakan anak-anak yang berkarakter yang perlu ditanamkan sejak dini oleh baitul yatim kepada anak-anaknya. Pada hakikatnya orang tua adalah kunci utama dalam mendidik dan mengasuh anak anaknya. Nah , sekarang orang tua mereka adalah para pengasuh dan pembina.

Karakter yang terbentuk di lingkungan baitul yatim dapat terbawa ke lingkungan sekolah dan masyarakat. Jadi, sikap dan perilaku keseharian di baitul yatim dapat memengaruhi karakter yang lainnya setelah mereka besar.

“Tentunya apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan akan selalu tersimpan di memori otak kita. Segala perilaku baik dan buruk dapat terekam. Hal ini tentunya dialami oleh anak-anak. Secara tidak langsung, mereka belajar tentang perilaku di lingkungan keluarga yang menjadi kebiasaan dan membentuk karakter mereka sehari-hari, “terangnya.

Dirinya juga menyadari bahwa perilaku dan kebiasaan yang mereka temui tak selamanya baik, atau tak selamanya tidak baik, tanpa, mereka sadari perilaku yang baik atau tidak itu akan menjadi pembiasaan mereka sehari-hari pada akhirnya akan membudaya.

Hal ini akan menjadi masalah yang besar. Apapun perilaku orang tua asuh dan pembina dapat berdampak pada karakter perkembangan anak. Dengan begitu, sebagai pengasuh dan pembina penting bagi untuk menanamkan dan membiasakan pendidikan karakter sejak dini yang dimulai dari lingkungan keluarga.

“Disini perlunya peranan pengasuh dan pembina untuk menanamkan pendidikan karakter. Peran sebagai kami adalah membentuk anak yang religius, nasionalis, mampu bergotong royong dan memiliki integritas, “tukasnya. (hnd)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button