PENDIDIKAN

3D Printing dengan Bangunan Bersejarah

×

3D Printing dengan Bangunan Bersejarah

Sebarkan artikel ini
TELITI: Trinata Dian Junaidi (kanan) dan Oktavia Lolita menata hasil cetak 3D miniatur bangunan bersejarah di iSTTS.

SURABAYA, RADARSUKABUMI,com – Perkembangan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 kian pesat. Salah satunya teknologi cetak 3 dimensi (3D). Teknologi tersebut di manfaatkan para mahasiswa Teknik Industri Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya (iSTTS) untuk membuat miniatur bangunan bersejarah di Surabaya di Laboratorium PAD/CAD, baru-baru ini.

Karya-karya miniatur bangunan bersejarah tersebut, antara lain, gedung Kota Tua Surabaya, gedung Mandiri di Jalan Pahlawan, dan Masjid Al Akbar. Mahasiswa tersebut mempraktikan cara membuat miniatur dengan memanfaatkan teknologi 3D printing.

Bank bjb Tandamata

Trinata Dian Junaidi, mahasiswa teknik industri iSTTS, mengatakan bahwa pembuatan miniatur tersebut awalnya dari gambar bangunan yang akan dicetak. Gambar tersebut kemudian dianalisis dan didesain dengan menggunakan autocad. Setelah didesain, tinggal dicetak dengan menggunakan

teknologi 3D . ”Kesulitannya justru membuat connecting di setiap bangunan. Sebab, setiap bagian dari bangunan harus bisa terkoneksi. Sepertibongkar pasang,” katanya.

Dalam membuat miniatur dengan menggunakan 3D printing, dibutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk ukuran besar, setidaknya dibutuhkan waktu 2–3 hari. Ukuran kecil sekitar 13 jam. Trinata menyatakan, kali ini karya miniatur 3D printing yang dibuat adalah ikon-ikon dari Surabaya.

Tujuannya, mengenalkan bangunan-bangunan bersejarah kepada masyarakat. ”Kami juga jadi semakin tahu tentang ikon yang ada di Surabaya,” ujarnya.

Dosen Teknik Industri iSTTS Kel vin mengatakan, karya miniatur 3D printing tersebut merupakan tugas untuk pembelajaran semester I teknik industri. Mereka diajarkan untuk mengenal bangunan 3D. ”Agar lebih mudah da lam belajar, mereka menggambar bangunan 3D dalam bentuk miniatur,” katanya.

Tema kali ini adalah ikon Surabaya. Mereka mengambil gambar dan membuat objek digital. Dari situ, mereka memecahnya menjadi bagian-bagian. Kemudian, dengan memanfaatkan teknologi terbaru, yaitu 3D printing, mereka mencetaknya menjadi miniatur. ”Tujuan akhirnya, mahasiswa dapat memahami konsep 3D dalam bentuk miniatur,” jelasnya.

 

(ayu/c6/ady)