Selain trofi dan uang pembinaan, sertifikat kejuaraan juga memiliki nilai praktis. Dokumen tersebut dapat digunakan sebagai pendukung saat mendaftar ke jenjang SMP, terutama bagi peserta yang berhasil menembus tingkat provinsi.
Ke depan, Dispusipda berharap partisipasi sekolah terus bertambah. Dari sekitar 120 SD dan MI di Kota Sukabumi, masih banyak potensi yang bisa digali melalui kegiatan literasi.
“Lomba bertutur bukan hanya soal mencari juara. Yang lebih penting adalah menjaga tradisi bercerita, menumbuhkan kecintaan membaca, dan melatih anak-anak agar mampu menyampaikan gagasan dengan percaya diri di tengah arus informasi digital,” pungkas Olga.



