Dikatakan Andika, ada tujuh mata lomba yang dilombakan yaitu lomba baca sajak, biantara, ngadongeng, maca sareng nulis aksara Sunda, borangan, ngarang carita pondok dan nembang pupuh. Adapun untuk juara ada dua kategori juara yaitu juara putra dan putri.
Sementara itu kegiatan FTBI jenjang SMP tingkat Kota Sukabumi mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat menuturkan, Festival Tunas Bahasa Ibu dianggap sebagai langkah awal untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah serta untuk mempromosikan bahasa, sastra, dan seni daerah dalam pendidikan.
Khususnya di Kota Sukabumi yaitu Bahasa Sunda.
Punjul pun sangat mengapresiasi penyelenggaraan Lomba FTBI tingkat SMP se-Kabupaten Taptese-Kota Sukabumi tahun 2023.
Ia menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah di tengah ancaman kepunahan yang semakin menghantui.
“Jangan sampai bahasa ibu kita tidak dikenali oleh anak-anak kita karena tergerus oleh zaman,” imbuhnya.
Menurutnya, bahasa daerah sering dianggap tidak mampu mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, sehingga banyak generasi muda yang kurang terbiasa menggunakannya. Untuk itu, ia menganggap perlu adanya upaya untuk membiasakan generasi muda menggunakan bahasa daerah.(wdy)






