Pembalikan luar biasa ini tak lepas dari keputusan pelatih Madrid Carlo Ancelotti yang memasukkan Eduardo Camavinga untuk menggantikan Luka Modric dan Marco Asensio menggantikan Casemiro pada menit ke-75 atau empat menit setelah Madrid tertinggal 0-1 dalam leg kedua itu.
Camavinga terbukti ampuh menjinakkan City di lapangan tengah dan menjadi jangkar di tengah baik saat membantu pertahanan dalam menangkal gempuran City. Dia juga menjadi penyuplai bola ke barisan serang yang membuat duet Benzema dan Vinicius semakin merajalela.
City berusaha mencetak gol pada dua babak perpanjangan waktu namun tak kunjung berhasil sehingga pupus sudah impian mereka mencapai final Liga Champions.






