Momen Menjawab Kritikan

  • Whatsapp

AMSTERDAM – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sudah memperpanjang komtrak Joachim Loew sampai 2022 per Mei lalu. Namun, hitam di atas putih itu tak menyurutkan kabar nyinyir yang mampir di telinga Jogi. Ironisnya, nada sumbang tersebut datang dari dua orang yang jadi mitranya, Michael Ballack dan Juergen Klinsmann.

Loew pernah jadi asisten Klinsi sebelum diangkat jadi der trainer Jerman. Sementara, di empat tahun pertama Ballack pernah jadi bagian armada Loew. ”Pada satu titik, dia sudah tidak lagi mampu bekerja dengan maksimal. Makanya, sama seperti kebanyakan orang, saya terkejut begitu dia tetap dipertahankan,” kritik Ballack dalam wawancara kepada Deutsche Welle.

Loew sudah mendapat kritikan sejak sebelum Piala Dunia 2018. Variasi permainan yang minim dan pemilihan komposisi pemain waktu itu jadi bahan kritikan. Nah, tekanan pun makin tajam begitu Die Mannschaft gagal lolos fase grup Piala Dunia untuk pertama kali. ”Kegagalan itu harus dianalisis, bukan terhenti di keputusan pelatih. Sama saja tak ada analisis,” lanjutnya.

Jerman pasca Piala Dunia juga belum kembali seperti negara juara dunia. Manuel Neuer dkk hanya menang tipis 2-1 melawan negara peringkat 21 FIFA Peru (10/9). Sebelumnya, pada laga pertama UEFA Nations League di League A Grup 1, Jerman tertahan tanpa gol dari negara juara dunia 2018 Prancis di Allianz Arena, Muenchen (7/9).

Klinsi -panggilan akrab Klinsmann- pun khawatir dengan masa depan Jerman dalam era Loew. Baik itu di Euro 2020 atau Piala Dunia 2022. ”Jogi harus mampu menebusnya dan dapat menembus minimal ke semifinal Euro berikut,” sebut pelatih yang telah menganggur dua tahun pasca dipecat AS per 21 November 2016 itu, kepada Sport Bild.

Makanya double big match melawan Belanda dan Prancis pada lanjutan Nations League pun jadi momen Loew menjawab kritikan dua mantan koleganya itu. Dimulai dari saat lawatan ke Johan Cruyff ArenA, Amsterdam, dini hari nanti WIB. Setelah itu, Les Bleus sudah menanti di Stade de France, Saint-Denis (17/10).

”Dia (Loew) layak mendapat kesempatan ini dan kami akan selalu mendukungnya,” kata gelandang Jerman Toni Kroos seperti dikutip Zeit. Demi dukungannya untuk Loew, Kroos pede dengan dua laga kali ini. ”Melawan Belanda dan Prancis itu seperti mendengar musik di telinga dan kami sudah mendengar ada enam poin. Ya, kami ingin dua kemenangan untuknya,” ungkap gelandang Real Madrid itu.

Jerman di tangan Loew sudah mulai melakukan perubahan. Dalam dua uji coba terakhir, der trainer 58 tahun itu tak lagi setia dengan formasi starter 4-2-3-1. Dia pun tidak lagi memilih Joshua Kimmich sebagai bek kanan, posisi yang nyaris tak pernah berubah sejak pertama turun untuk timnas. Josh ditarik main di posisi 6 bersama Kroos.

Dalam skuad Jerman kali ini juga tetap menyertakan Leroy Sane. Dan, Sane berpeluang main sebagai starter untuk pertama kali sejak sebelum Piala Dunia. Dengan adanya Sane, maka absennya Marko Reus bisa teratasi.

”Dia (Loew) berusaha mengembangkan dirinya sendiri. Itu yang harus kami hargai,” tambah Kroos. Senada dengan Kroos, bomber Timo Werner pun menganggap beberapa aspek sudah ada perubahan. Terutama yang terjadi di DFB Training Centre, Frankfurt. ”Dia (Loew) sudah mulai banyak berbicara kepada pemain saat ini,” ungkap Werner, dikutip Sports1. Pelatihan di Jerman pun tak melulu dalam build-up serangan.

”Dia kini lebih menekankan pada taktik defensif. Itu persoalan utama ketika Piala Dunia 2018,” tambah striker pemilik Golden Boot dalam Piala Konfederasi 2017 itu. Kebetulan lawan yang dihadapi dini hari nanti WIB adalah Belanda. Dalam era Ronald Koeman, Virgil van Dijk dkk selalu menciptakan gol dalam empat laga beruntun.

Perkiraan Pemain

Belanda (4-3-3): 1-Cillessen (g); 2-Hateboer, 3-De Ligt, 4-Van Dijk (c), 5-Blind; 6-Proepper, 8-Wijnaldum, 7-De Jong; 9-Promes, 10-Depay, 19-Babel
Pelatih: Ronald Koeman

Jerman (4-2-3-1): 1-Neuer (g) (c); 4-Ginter, 17-Boateng, 5-Hummels, 3-Hector; 18-Kimmich, 8-Kroos; 13-Mueller, 7-Draxler, 19-Sane; 9-Werner
Pelatih: Joachim Loew

Wasit: Cuneyt Cakir (Turki)
Stadion: Johan Crujiff ArenA, Amsterdam
Waktu: 01.45 WIB
Asian Handicap: ¼ : 0

 

(ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *