SUKABUMI – Pengurus Besar Ju-Jitsu Indonesia (PBJI) Kota Sukabumi mencatatkan prestasi membanggakan di ajang internasional Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ) Springroll Open III yang digelar di Food Centrum Artha Gading, Jakarta Utara, baru-baru ini.
Kontingen yang terdiri dari 13 atlet dari berbagai kelompok usia ini, berhasil meraih total 1 emas, 4 perak, dan 6 perunggu.
Pelatih yang juga atlet kontingen, Ade Lukman mengatakan, peserta pertandingan berasal dari sejumlah negara di kawasan Asia, Eropa, dan Amerika Latin.
Tentunya ini menjadi ajang penting untuk mengukur kemampuan atlet lokal dengan peserta terbaik dari berbagai belahan dunia.
“Kami merasa sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh kontingen Sukabumi kali ini. Setiap atlet telah melalui proses latihan yang intensif selama beberapa bulan terakhir, dengan fokus pada teknik, kondisi fisik, dan mentalitas kompetitif. Prestasi ini bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk mengharumkan nama Kota Sukabumi dan Indonesia di kancah internasional,” ujar Ade Lukman dalam keterangannya.
Ia berharap, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Sukabumi untuk lebih tertarik dengan olahraga Ju-Jitsu.
Olahraga ini tidak hanya mengembangkan kemampuan fisik, tetapi juga karakter, kedisiplinan, dan kerja sama tim yang sangat berharga bagi perkembangan diri mereka.
“Kami berharap lahir atlet-atlet Ju-Jitsu berprestasi yang selalu mengharumkan nama Kota Sukabumi di kancah nasional maupun internasional,” harapnya.
Di tempat terpisah, ketua PBJI Kota Sukabumi, Khaerul Imam Thoharoh mengajak para pemuda,pemudi dan anak-anak dari tingkat taman kanak-kanan untuk berlatih Ju-Jitsu.
Menurut dia, Jujitsu menjadi solusi untuk meminimalisir terjadinya bullying di kalangan pelajar, sebab selain bisa menjadi media untuk membela diri, para atlet Ju-Jitsu dilatih pendidikan karakter.
“Mereka yang berlatih jujitsu, memiliki jiwa kesatria yang selalu menjunjung tinggi kehormatan dan kemanusiaan,” terangnya.
Adapun untuk prestasi terbaik diraih oleh Muhammad Thoharoh Al Farabi yang berhasil membawa pulang medali emas di kelas kelompok usia 13 tahun.
Sementara itu, empat atlet lainnya yaitu H Syauqi Fathan, Muhammad Rafi Pratama, Keisya Dwiza Putri, dan Ade Lukman Purnama sendiri meraih medali perak.
Sebanyak enam atlet lainnya yang meraih medali perunggu adalah Muhammad Arsalan Baqir, Raihan Ramdhan Wiguna, Argha Radhika Afghani, Muhammad Jefry Muslim, Daulah Qurrota A’yun, dan Haura Baits Alishfihani. (why)






