AC Milan Dipaksa Gigit Jari oleh Gol First Time Skipper Liverpool

  • Whatsapp
Liverpool,
Skipper Liverpool, Jordan Henderson merayakan gol penentu kemenangan saat menjamu AC Milan, Kamis dinihari WIB (16/9)/Net

JAKARTA — Salah satu laga yang cukup dinanti penggemar sepak bola dunia di ajang Liga Champions sudah tentu pertemuan antara Liverpool dengan AC Milan yang sama-sama bergabung di Grup B. Maklum, dua tim ini punya sejarah besar di ajang antarklub Eropa terelite ini.

Liverpool pun langsung memanfaatkan dukungan ribuan suporter mereka di Stadion Anfield untuk menekan pertahanan Milan sejak menit pertama laga. Praktis dalam nyaris sepanjang babak pertama, pertahanan Milan dikurung habis-habisan oleh skuat The Reds.

Bacaan Lainnya

Bahkan, skuat besutan Jurgen Klopp itu sudah unggul pada menit 9. Melaui sebuah pergerakan apik, Trent Alexander-Arnold mampu melakukan tembakan dari dalam kotak penalti. Tendangannya memang masih mampu diblok Tomori. Namun pantulannya masih mengarah ke dalam gawang.

Meski lebih banyak ditekan, skuat Milan tampaknya tak kehilangan semangat. Mereka tetap mencari momentum yang tepat untuk mencetak gol balasan. Momem itu datang sekitar 3 menit jelang babak pertama usai.

Dalam sebuah serangan balik, pergerakan Ante Rebic tak terdeteksi oleh barisan pertahanan Liverpool. Striker Timnas Kroasia ini dengan mudah melakukan tendangan yang mengarah ke tiang jauh gawang Alisson Becker.

Hanya berselang 2 menit, Milan mampu membalikkan keadaan. Lagi-lagi, sebuah skema serangan balik tak mampu dibendung barisan pertahanan Liverpool. Kali ini giliran Brahim Diaz yang mencatatkan namanya di papan skor setelah sontekannya tepat di garis gawang tak mampu diadang skuat Liverpool.

Sempat dikejutkan dengan gol Milan di awal babak kedua, Liverpool kembali bangkit melalui sontekan Mohamed Salah pada menit 49. Permainan umpan cepat Liverpool membuat Salah tak terkawal dan mampu mengelabui Mike Maignan yang sempat mementahkan tendangan penaltinya pada menit 30.

Determinasi Liverpool yang kembali menguat usai gol Salah memaksa Milan kembali lebih banyak berada di wilayah pertahanan mereka. Sesekali ada serangan yang dibangun Rossoneri. Tapi belum ada yang cukup membahayakan gawang Liverpool.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *