Strategi Jitu Melawan Hoaks adalah Mulai dari Diri Sendiri dan Keluarga

  • Whatsapp

YOGYAKARTA, RADARSUKABUMI.com – Staf Bidang Komunikasi Sosial Poitik dan Masyarakat (Komsospolmas) Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana menyebutkan bahwa untuk menghadapi pandemi Covid-19 harus dimulai dari diri sendiri. Hal ini dikatakannya saat tampil sebagai salah satu narasumber Workshop “Strategi Melawan Hoaks” di Dunia Digital yang digelar di Ballroom Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Jumat (16/4/2021).

Menurut Ero, banyak hal yang dapat dilakukan kelompok anak muda milenial untuk berkontribusi dalam mengantisipasi merebaknya kabar palsu atau hoaks terkait dengan Covid-19.

“Hal yang  yang paling mudah melawan hoaks atau berita bohong mulailah di lingkup keluarga. Kita bisa ikut berkontribusi dengan cara sesederhana menjadi orang yang melawan hoaks di grup keluarga. Kan anak muda kita sering buka search engine, buka Google segala macam, kita bisa cepat nyari fakta tentang isu yang berkembang dari grup keluarga,” kata Ero.

Menurut Ero, kolaborasi menjadi kunci dalam semua hal, termasuk melawan infodemik atau hoaks di masa pandemi Covid-19. “Bukan lagi kompetisi. Karena kita bukan superhuman yang bisa melakukan semua hal sendiri. Di sinilah perlunya kolaborasi dan kerja sama. Gambarannya ibarat puzzle bagaimana setiap bagian saling mengisi dan menutup bolong masing-masing. Itulah yang selayaknya kita semua lakukan,” kata Ero, yang sejak di bangku SMA dan setelah berkuliah di Kampus Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

Pada bagian lain paparannya, putra bungsu dari pakar Komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana ini menyampaikan bahwa penyebaran informasi palsu atau hoaks kini lebih banyak terjadi pada aplikasi percakapan Whatsapp (WA), termasuk isu yang terkait dengan pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu, selain terus menggencarkan sosialisasi melalui website atau media sosial resmi, KPCPEN fokus menyasar grup Whatsapp untuk diberikan berbagai konten kredibel terkait Covid-19,” kata pemuda yang sejak awal pandemi Covid-19 menjadi relawan pada Satgas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 pimpinan Letjen TNI Doni Monardo.

Penyebaran informasi yang tidak jelas kebenarannya itu, dalam pandangan Ero, kini lebih menyasar kepada aplikasi percakapan yang langsung menghubungkan antarindividu secara bersamaan, khususnya aplikasi grup WA.

“Untuk itu, kami kini mengarahkan penyebaran informasi dan berbagai penjelasan autentik tentang Covid-19 dan berbagai konten terkait untuk grup Whatsapp ini. Dengan demikian mudah-mudahan hal ini bisa mengantisipasi penyebaran hoaks yang saat ini sudah begitu mewabah. Para kepala desa, kepala dinas kesehatan di daerah, serta para tokoh masyarakat lainnya diharapkan menjadi agen penyampaian pesan-pesan positif dan autentik ini.”

Cakap digital
Sementara itu, pada kegiatan Talkshow “Makin Cakap Digital dengan Beretika dan Berbudaya di Dunia Maya” Tenaga Ahli Menteri Bidang Literasi Digital dan Tata Kelola Internet Kominfo Donny BU menjelaskan bahwa sebelum era digital, memiliki kemampuan dasar bisa membaca dan menulis mungkin sudah cukup. Namun dalam situasi saat ini, setiap orang yang terkoneksi ke internet juga dituntut untuk memiliki kecakapan digital.

“Dalam rangka mempercepat program transformasi digital Indonesia dan mendorong peningkatan pengetahuan teknologi informasi dan komunikasi masyarakat Indonesia, diperlukan upaya dan strategi untuk memaksimalkan Literasi Digital. Untuk itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama mitra jejaring GNLD Siberkreasi telah menyusun sebuah kurikulum dan modul terkait dengan hal itu,” ujar Donny.

Dia mengatakan ada keterkaitan erat antara upaya percepatan digital dengan kenyataan masih rendahnya etika masyarakat dalam bermedia digital. “Inilah pentingya literasi digital dalam menciptakan masyarakat yang beretika di dunia digital,” ucapnya.

Kegiatan ini juga disiarkan secara virtual tersebut menjadi bagian dari Grand Launching Empat Modul dan Kurikulum  Literasi Digital yang diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kota Gudeg menjadi salah satu dari lima kota yang ditunjuk Kementerian Kominfo untuk menjadi kota peluncuran program tersebut, selain Surabaya, Tangerang Selatan, Aceh, dan Lampung. Di Kota Surabaya, grand launching dilakukan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Kemenkominfo kini telah meluncurkan  Peta Jalan Literasi Digital tahun 2021- 2024 yang terdiri dari empat kerangka yaitu Digital Skills, Digital Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture. Kerangka tersebut kemudian dikembangkan menjadi Modul Literasi Digital yang disusun oleh tim penulis dari Jaringan Pegiat Literasi Digital (JAPELIDI) bersama dengan Tim Literasi Digital Kementerian Kominfo dan juga melibatkan para pegiat literasi digital GNLD Siberkreasi. (*/izo)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *