“Oleh karena itu, kita harus antisipasi terhadap kemungkinan kinerja perekonomian dunia yang akan mengalami perlemahan akibat inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga,” tandasnya.
Kenaikan suku bunga acuan dilakukan berjamaah oleh negara-negara di dunia tak lain buntut dari pengumuman The Fed atau Bank Sentral AS yang menaikkan suku bunga acuan 75 bps beberapa waktu lalu menjadi 3-3,25 persen.
Mengutip Reuters, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pembuat kebijakan tidak yakin apakah proses pengetatan kebijakan ini akan mengarah ke resesi atau seberapa dalam kontraksinya ke depan. Kendati demikian, ia memproyeksi bahwa suku bunga acuan akan terus meningkat menjadi 4,40 persen pada akhir tahun ini sebelum mencapai 4,60 persen pada tahun 2023 untuk melawan inflasi yang kuat.(*)






