Soal Utang Rp6 Ribu Triliun, Luhut : Jangan Bodohi Rakyat, Utang Kita Terkendali

Luhut Binsar
Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (YouTube Kemenko Marves/Antara)

JAKARTA — Menko bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi soal pihak yang mengkritik utang luar negeri Indonesia yang mencapai lebih dari Rp6.000 triliun. Menurutnya, utang Indonesia masih terjaga dan terkendali, rasio utang Indonesia terhadap PDB masih di bawah 60 persen.

Luhut memaparkan, neraca pembayaran Indonesia saat ini juga masih mengalami surplus hingga USD10,6 miliar atau sekitar Rp 150,5 triliun. Artinya, utang Indonesia belum pada level yang membahayakan.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya nggak ada kalau orang bilang utang (sudah membahayakan), utang kita masih terkendali kok. Kita kan belum lebih dari 60 persen,” kata Luhut dalam sebuah webinar (15/12).

Luhut menjelaskan, keputusan pemerintah dalam menarik utang adalah untuk membiayai proyek-proyek strategis. Menurutnya, hal tersebut sangat wajar dilakukan, karena semua negara di dunia juga melakukan hal yang sama.

“Utang kalau pada proyek strategis kan di mana-mana di dunia juga dilakukan,” ucapnya.

Luhut meminta agar masyarakat tidak dibodohi dengan menganggap utang Rp6.000 triliun tersebut sudah sangat berbahaya. Sebab, hasil dari penggunaan utang itu juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. “Jangan rakyat dibodohi utang Rp6.000 triliun,” katanya.

Di sisi lain, Luhut menambahkan, utang itu pun akan segera terbayarkan karena sifatnya produktif. Sehingga, masyarakat perlu disosialisasi terkait penggunaan utang negara.

“Ini perlu disosialisasikan ke masyarakat kita. Jadi yang bukan di pemerintahan, kritik lah dengan data jangan buat berita tidak penting,” sebutnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.