Setyo: Polisi Boleh Tembak Kepala Penjahat

  • Whatsapp

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menbantah tudingan Institutional for Criminal Justice Reform (ICJR). Yakni, terkait Polda Metro Jaya yang telah menembak 52 penjahat jalanan sejak 3 Juli lalu. “Bukan lima puluh dua yang ditembak, tidak,” ujarnya saat ditemui di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, kemarin (18/7).

Sayangnya, dia tidak merinci berapa sebenarnya penjahat jalanan yang ditembak aparat kepolisian saat penangkapan. Namun yang pasti Tito mrnegaskan bahwa benar pihaknya tengah berupaya memberantas kejahatan jalanan jelang Asian Games.

Bacaan Lainnya

“Saya perintahkan untuk Kapolda Metro Jaya, Jabar, Banten, Sumsel, dan polda-polda sekitarnya untuk melakukan operasi masif menekan angka pelaku kejahatan,” tukasnya seraya meninggalkan lokasi.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menambahkan, Polri sejatinya bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang jelas.

Yakni ketika pelaku kejahatan membawa senjata dan mengancam nyawa korban hingga petugas, pihaknya mempunyai dasar hukum untuk melakukan tindakan tegas yang terukur.

“Jadi kalau mereka melawan ya harus ditembak. Jangan sampai malah nanti mereka yang menyerang kita. Jadi kalau ada orang mengatakan kenapa polisi sewenang-wenang? Kita tidak sewenang-wenang,” tegas Setyo.

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *