Selama Jadi Mendag, Kekayaan M Lutfi Tambah Rp8,7 Miliar

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
RAKER: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengikuti rapat kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR di komplek Parlemen, Jakarta, Kamis (17/3). (Antara)

JAKARTA — Dicopot dari jabatan Menteri Perdagangan (Mendag), harta kekayaan Muhammad Lutfi meningkat Rp 8,7 miliar dalam waktu satu tahun menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

Penelusuran Kantor Berita Politik RMOL melalui laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lutfi mempunyai harta pada LHKPN 2021 sebesar Rp 235.519.453.179 (Rp 235,5 miliar). Sedangkan pada LHKPN 2020 khusus awal menjabat sebagai Mendag, Lutfi mempunyai harta sebesar Rp 226.819.176.839 (Rp 226,8 miliar).

Bacaan Lainnya

Artinya, selama 2021 atau setahun menjabat sebagai Menteri Perdagangan, harta kekayaan Lutfi meningkat mencapai Rp 8.700.276.340 (Rp 8,7 miliar).

Dalam LHKPN 2021 yang telah dilaporkan ke KPK pada 30 Maret 2022, Lutfi mempunyai harta yang terdiri dari harta tanah dan bangunan, harta alat transportasi dan mesin, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, harta lainnya, dan utang.

Untuk harta tanah dan bangunan yang dimiliki Lutfi senilai Rp 94.978.000.000 (Rp 94,9 miliar), terdiri dari tanah dan bangunan seluas 1.032/713 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil sendiri seharga Rp 51,6 miliar; tanah dan bangunan seluas 403/308 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil warisan seharga Rp 4 miliar.

Selanjutnya, tanah dan bangunan seluas 990/618 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil sendiri seharga Rp 25,75 miliar; tanah dan bangunan seluas 294/210 meter persegi di Kota Depok hasil sendiri seharga Rp 588 juta; tanah dan bangunan seluas 167/105 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil sendiri seharga Rp 3,34 miliar.

Kemudian, tanah dan bangunan seluas 324/160 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil sendiri seharga Rp 8,1 miliar; tanah dan bangunan seluas 45/45 meter persegi di Kota Jakarta Selatan hasil sendiri seharga Rp 700 juta; tanah dan bangunan seluas 35/35 meter persegi di Kab/Kota Bogor hasil sendiri seharga Rp 450 juta; serta tanah dan bangunan seluas 35/35 di Kab/Kota Bogor hasil sendiri seharga Rp 450 juta.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan