Whizzkid bahkan kerap diundang ke acara-acara tertentu untuk memberikan pelatihan kerajinan tangan berbahan dasar barang bekas sama seperti ayahnya dulu. Hal itu menurut Sunarsi, sedikit banyak telah menggenapkan tekadnya meneruskan Komunitas Harapan meski tanpa keberadaan sang suami tercinta.
“Saya sempat goyah semenjak Mas Agung tiada. Ingin tidak saya teruskan karena selalu ingat mas Agung. Tapi saya diingatkan rekan-rekan almarhum, keinginan besar mendirikan komunitas ini. Tetangga-tetangga juga minta untuk dilanjutkan. Karena memang pendidikan tak hanya bisa diraih di sekolah juga tapi di mana pun bisa,” tandasnya.
(gul/JPC)



