Sekjen HMI Khawatir Keturunan PKI Lolos Tes Prajurit TNI

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Sekjen PB HMI) M. Ichya Halimudin, ikut mengomentari soal polemik diperbolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengikuti tes calon anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). (istimewa)

JAKARTA — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Sekjen PB HMI) M. Ichya Halimudin, ikut mengomentari soal polemik diperbolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengikuti tes calon anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Ichya mengingatkan sejarah kelam PKI di Indonesia tidak boleh dilupakan meski saat ini ada wacana dibolehkan keturunan PKI ikut tes TNI.

Bacaan Lainnya

“PKI punya sejarah kelam di Indonesia terkait pemberontakan dulu tahun 1948 dan 1965 dan dahulu ada tap mprs MPRS No 25 Tahun 1966,” kata Ichya kepada awak media, Kamis (31/3).

“Walaupun setiap warga negara memiliki hak asasi yang sama tapi karena TNI ini merupakan alat vital pertahanan negara maka harus mempertimbangkan fakta sejarah PKI yang kelam di Indonesia,” tandasnya.

Ichya berharap, sejarah itu tidak boleh dilupakan, mengingat apa yang sudah dilakukan oleh PKI terhadap bangsa ini di Indonesia.

Diketahui Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah ketentuan dalam proses seleksi penerimaan calon prajurit TNI Periode 2022. Salah satunyanya mengizinkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mendaftar menjadi prajurit TNI.

Andika menyebut tidak ada dasar hukum yang melarang seorang keturunan PKI untuk bisa mendaftar. “Zaman saya tak ada lagi keturunan dari apa, tidak, karena saya gunakan dasar hukum,” kata Andika di akun youtube resmi Jenderal TNI Andika Perkara pada Rabu, (30/3).

Pos terkait