Satgas Yonif 310 Sukabumi Damaikan Pertikaian Warga Perbatasan Papua 

PAPUA- Demi ciptakan rasa aman dan nyaman warga di perbatasan, Pos Senggi Satgas Yonif 310/KK Sukabumi bersama aparatur setempat lakukan mediasi kepada dua warga yang bertikai di Kampung Senggi Distrik Senggi Kabupaten Keerom, Kamis (23/11/2023).

Permasalahan pertikaian warga tersebut terjadi disebabkan kenakalan dua remaja EM (21) dan YM (20). Sehingga, dua warga AM (54) dan DSW (35) menegur keras perbuatan mereka dan terjadi pemukulan.

Bacaan Lainnya

Sehingga, pihak keluarga dari EM dan YM tidak terima dengan perlakuan AM dan DSW yang berujung pertengkaran dan terlontar kata kata ancaman.

Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal membenarkan kejadian tersebut dalam keterangan tertulisnya di Markas Komando Taktis (Makotis) di Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Disamping menjalankan tugas pokok sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan, TNI khususnya Satgas Yonif 310/KK juga harus bisa menjadi solusi dalam menyelesaikan setiap masalah dan kesulitan yang ada di tengah masyarakat,” jelas Dansatgas Letkol Inf Andrik Fachrizal.

Dikatakan Dansatgas, mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Pasiter (Perwira Seksi Teritorial) Satgas Yonif 310/KK Letda Inf As’ari dan menghadirkan kedua belah pihak yang bertikai. Selain itu hadir pula Kadistrik Senggi Daud Yunam, perwakilan Polsek Senggi Aipda Mualim, perwakilan Koramil Senggi Serma Hutajulu, para tokoh masyarakat dan tokoh adat serta saksi yang berada lokasi kejadian.

Pasiter Satgas Letda Inf As’ari menambahkan proses mediasi ini diawali dengan memberikan kesempatan kepada masing-masing pihak yang bertikai untuk menyampaikan penjelasan dan juga keinginannya akan permasalahan ini. Setelah itu para tokoh masyarakat dan tokoh adat memberikan tanggapan terkait hal tersebut.

“Adapun hasil mediasi yang dilakukan disepakati bersama bahwa tanpa paksaan kedua belah pihak berdamai saling memaafkan dan mereka pun membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal tersebut yang disaksikan oleh para aparatur setempat serta para tokoh masyarakat dan tokoh adat,” jelasnya.

Tokoh Adat Kampung Woslay, Marthen (58) mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Satgas Yonif 310/KK beserta aparatur setempat.

“Keputusan yang cepat ini bisa meredam perselisihan yang ada untuk menekan pertikaian yang lebih luas lagi, saya ucapkan terima kasih dengan mediasi ini yang berujung damai,” ungkapnya. (*/Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *